Thursday, December 22, 2011

Meraih hidayah Allah SWT...


Bismillahirrrahmanirrahim....

Alhamdulillah setinggi kesyukuran dipanjatkan kehadrat Allah, kerana masih diberi kesempatan oleh Allah untuk meneruskan lagi sisa-sisa dan saki baki kehidupan ini, untuk terus kita dapat memperbaiki diri kita meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT, meningkatkan amal kita untuk kita bawa sebagai bekalan kita untuk kembali pada Allah SWT. Allah SWT masih lagi memberikan kita peluang untuk terus hidup, syukur padaNya, bukan untuk kita ambil mudah sahaja kita lalui jalan hidup ini sebagaimana kita suka....tapi kita kena lalui hidup ini sebagaimana yang Allah suka. Perlunya kita korbankan kesukaan hati kita untuk mendapatkan kesukaan Allah. Kita ini adalah hamba milikNya, maka sewajarnyalah kita perlu tunduk dan patuh kepada apa yang Allah perintahkan.  InsyaAllah,  semua itu adalah untuk manfaat kita juga kerana Allah tidak menjadikan setiap sesuatu itu dengan sia-sia....

Perlunya kita sentiasa memohon taufik dan hidayah dari Allah  ketika menelusuri kehidupan ini....kerana kita ini adalah manusia yang serba serbi lemah....kita tidak dapat menjangkau lebih dari apa yang tersembunyi dari kita! Manusia yang tiada mendapat taufik dan hidayahNya umpama orang  yang berjalan dalam kegelapan malam, setiap langkah yang diatur begitu cemas sekali penuh keraguan kerana ia tidak nampak apa yang ada di hadapannya. Dia meraba-raba dalam perjalanan, takut, cemas, tidak tenteram...takut terjatuh lubang , tersepak tunggul kayu dan macam-macam perkara bermain dalam fikiran. Hidupnya dalam kelemasan sebab tidak nampak jalan mana yang harus diikuti!

Orang yang tidak mendapat hidayah Allah ini walaupun kaya banyak harta, pangkat tinggi, gedung besar.....hidupnya tidak tenteram, malah menderita. Walau semakin kaya, semakin derita kerana banyak perkara dan barang yang harus dijagai, tak kurang juga takut pada perompak dan penyamun yang sentiasa mencari peluang. 

Begitu juga orang yang tidak mendapat hidayah Allah, akan mengejar pangkat , gelaran dan kemuliaan dunia. Seluruh hidupnya digunakan untuk tujuan ini sedangkan harta, gelaran, pangkat dan kemuliaan sebenarnya tidak berguna baginya untuk meraih hidayahNya.  Bagi orang yang jauh dari Allah, jauh dari al-Quran, jauh dari Islam, apa yang   Allah berikan kepadanya pasti akan membuat dirinya hina, tidak berguna dan menyusahkan dirinya. Hidupnya akan jadi tunggang langgang, tiada ketenangan.  Dia tidak tahu untuk apakah semua yang ada dalam hidupnya. Jiwanya terasa begitu kosong walaupun dia sudah ada segalanya!

Sebaliknya orang yang mendapat hidayah Allah SWT ini, ia berjalan di atas laluan yang terang benderang. Mantap dan yakinnya setiap langkah yang diatur menuju matlamat yang satu.  Matlamat mencari keredaan Allah!  Walaupun banyak rintangan dan ujian yang terpaksa dilalui dalam hidup dia dapat melepasinya dengan bantuan dan hidayahNya. Hatinya sentiasa terpaut erat dengan Allah dalam segenap suasana , susah senang kehidupan ini, tidak menjadikannya lalai dan leka!  Malah dapat meningkatkan lagi hubungannya dengan Allah.

Sama-samalah kita renungi ayat al-Quran surah Asy-Syams : 8-10 yang bermaksud....
" Dan Allah telah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan) kefasiqan dan ketakwaan. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan (jiwa) dan sungguh rugilah orang yang mengotorinya."

Jadi sebenarnya Allah telah memberikan kita pilihan untuk mengikuti jalan-jalan ini samada jalan takwa yang dipenuhi dengan hidayahNya atau jalan fasik yang menyesatkan dan mengotori  jiwa manusia.  Kita perlu sebenar mengikuti jalan takwa ini, kena kawal nafsu diri supaya tidak terjebak kejalan yang fasik. Allah beri kita kemampuan untuk memilih.......  Namun jika tersalah pilih jalan, maka rugi dan deritalah akibatnya.  Adakah itu yang kita kehendaki dalam hidup ini? 

Tiada siapa yang mau hidup derita di dunia....semuanya menginginkan kebahagiaan.  Namun kebahagiaan hakiki itu bukanlah terletak pada kekayaan yang melimpah ruah, harta, gelaran dan pangkat.....betapa ramai orang yang kaya didunia, tapi masih rasa kosong tidak bahagia. malah mereka mencari-cari arti kebahagiaan itu....namun hampa tidak diperolehi! Kebahagiaan bukan ukuran materialistik!

Jadi sebagai manusia lemah yang sangat perlukan bimbingan , hidayah Allah itu cukup penting kita raih dan mohon dariNya.  Kita perlulah mengikuti petunjuk jalan yang lurus yang terdapat dalam  Al-Quran supaya Allah menambahkan lagi hidayahNya pada kita, insyaAllah. Bila kita inginkan Allah menunjuki kita di atas jalanNya, perlunya ada keikhlasan hati dan bersungguh-sungguh mencari hidayah Allah. Caranya kita bersihkan jiwa kita, proseskan dan tarbiyah hati kita, dekati Islam dan Al-Quran, banyak bermunajat padaNya, lakukan amal soleh dan jauhi maksiat dalam diri......bukan hanya setakat menadah tangan mohon hidayah petunjukNya tapi diri masih bergelumang dengan maksiat, sikap acuh tak acuh dalam agama......!   

Firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 69  yang bermaksud...
" Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, maka akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.  Dan sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang berbuat baik."

Jadi,  soal hidayah bukan masalahnya, tapi perlunya ada kesungguhan diri dalam mencari hidayah Allah ini secara istiqamah disamping banyak memanjatkan doa padaNya supaya ditetapkan hati dalam iman dan Islam setelah mendapat cahaya hidayahNya. Usaha sebenarnya adalah muqaddimmah kepada hidayah Allah!

Langkah awal untuk mencari hidayahNya adalah dengan terus istiqamah mencari dan meningkatkan  ilmu sekuatnya, iaitu ilmu yang dapat meningkatkan hubungan dengan Allah SWT. Jadi, tiada hari yang dilalui bagi kita tanpa mencari ilmu, tiada hari juga tanpa bertambah amal dan tiada hari bagi kita kecuali kita membersihkan hati kita. InsyaAllah bila bertambahnya ilmu, maka bertambahnya iman, bila bertambahnya iman maka bertambah pula amal,  maka semakin tenanglah jiwa kita kerana hidayah dan cahaya  Illahi menerangi jiwa kita.

InsyaAllah, mudah-mudahan ilmu yang di amalkan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat. Dengan keikhlasan untuk beramal dengan ilmu  tadi, maka tetaplah kita atas hidayahNya, dimana hidayah ini merupakan nikmat yang mahal dari Allah yang diberikan kepada hambaNya yang terpilih.  Jadi, kita jagailah hidayahNya dengan terus istiqamah beramal diatas jalanNya yang lurus.

Rujukan
Mencari ketenangan jiwa
KH Aa Gym

Saturday, December 10, 2011

Hisablah diri sebelum diri dihisabkan......!!



Bismillahirrahmaanirrahim....

Pada hari yang sukar itu (Hari Kiamat) dimana alam in akan hancur berantakan, sama-samalah kita renungkan ayat Al-Quran Surah Al-Haj (2) yang bermaksud...

" Lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kamu lihat manusia mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu keras."

Di hari itu anak-anak kecil beruban dan manusia yang paling suci, para nabi dan rasul akan berseru dengan suara yang  hiba..." Ya Allah selamatkan aku, selamatkan aku....." Bumi akan terbelah, langit akan pecah, bintang jatuh berguguran dan sistem perjalanan alam tidak lagi normal. Kemudian manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang dan tidak berkhitan, masing-masing sibuk dengan hal diri sendiri, semuanya akan dikumpulkan di atas satu daratan. Pada hari itu matahari sejengkal dari  kepala, badan manusia dipenuhi keringat ; keringat yang menembus bumi sedalam tujuh puluh hasta dan membaluti tubuh sehingga ketelinga!!

Pada hari itu manusia dihisab dengan teliti oleh Allah yang Maha Teliti akan apa yang kita kerjakan diatas muka bumi semasa hayat kita. Tiada satupun yang tertinggal malah semuanya tercatat dalm buku catatan amal kita sehingga manusia sungguh terkejut dan berkata....

"Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar melainkan mencatat semuanya? (surah Al-Kahfi:49)

Amalan sebesar zarrah pun kelak akan ditanyakan oleh Allah seperti dalam firmannya.....
"Sesiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun niscaya ia akan melihat (balasannya). Dan siap yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya)pula."  (Surah Al-Zalzalah :7-8)

Itulah realitinya yang pasti akan berlaku dan dilalui oleh setiap diri yang bernama manusia. Tidak dapat lari darinya. Begitu telitinya Allah menghisab setiap amal sehingga sekecil-kecil amal manusia pun pasti diperlihatkan! Adakah kita sudah membuat persediaan menghadapinya? Telitikah kita dalam melaksanakan urusan kehidupan seharian kita....agar ia benar-benar menepati syariat Allah? 

Sama-sama pula kita renungi hadith Rasul ini yang bermaksud.....
" Dan kaki seorang hamba tidak dapat bergerak pada Hari Kiamat, sehingga dia  ditanya tentang empat perkara.  Tentang umurnya, untuk apa ia digunakan.  Tentang ilmunya yang mana saja ia telah amalkan. Tentang hartanya, bagaimana ia mendapatkannya dan sekaligus digunakan untuk apa.  Dan tentang tubuhnya untuk apa ia manfaatkan. " (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Jadi, seluruh yang ada pada diri kita ini adalah amanah Allah, umur kita, ilmu kita , harta dan tubuh badan kita ini sewajarnya di pergunakan di atas jalan Allah.  Bagaimanakah jawapan kita nanti bila amanah ini tidak kita tunaikan sebaik-baiknnya? Pastinya kita tidak dapat menjawab untuk memberi alasan....alasan ketika itu sudah tidak diterima, yang pasti semua pancaindera kita malah kulit kita juga akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita.  Tiada apa yang dapat kita sembunyikan nanti! Aduh! Boleh dibayangkan pemandangan yang sugguh gawat di Mahkamah Allah di hari hisab nanti! Penyesalan diri yang tidak ada tolok bandingnya......Nauzubillah!.

Tentang kesaksian organ dan pancaindera manusia dihari hisab itu, firman Allah dalam Surah Fushilat : 21 yang bermaksud....

" Dan mereka berkata kepada kulit mereka, "  Kenapa kamu menjadi saksi ke atas kami? Kulit mereka menjawab" Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara juga menjadikan kami berbicara."

Firman Allah juga dalam Surah An-Nuur :24 yang bermaksud....

"  Pada hari lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

Justru itu, bagi sesiapa yang ingin selamat di Hari Hisab dengan pelbagai pertanyaan dan kehinaan , sewajarnya mestilah menghisab diri sendiri di dunia sebelum dihisab di akhirat. Inilah yang di anjurkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman kepadanya seperti dalam firmanNya dalam Surah Al-Hasyr : 18 yang bermaksud...

" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang di perbuatkannya untuk hari esok(akhirat)."

Para sahabat generasi Islam yang pertama ini sangat memahami dan mendalami maksud ayat di atas.  Contohnya Saidina Umar Al Khattab  berkata kepada rakyatnya....

 "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan bersiap sedialah menghadapi Hari Kiamat." 

Generasi sahabat ini  mempunyai tradisi menghisab diri masing-masing kerana mendalamnya rasa takut mereka  pada hari Hisab Allah nanti. Amir bin Abdullah yang pernah melihat dan bersahabat dengan sahabat Rasulullah saw mengatakan bahawa para sahabat berkata kepadanya bahwa orang yang paling beriman pada Hari Kiamat adalah orang yang sering menghisab dirinya.   Begitu juga dengan para tabiin mereka juga mengikuti jejak langkah para sahabat  dalam menghisab diri.

Para sahabat dan para tabiin serta ulama Islam , mereka ini hidup dengan sentiasa muhasabah dan menghisab diri sendiri dan mereka rasa bahagia dengan kedalaman iman di hati mereka.  Mereka tahu apakah kehendak Allah keatas mereka dan mereka mempratikkannya dalam hidup.  Mereka merupakan Al-Quran yang bergerak kerana mereka menterjemahkan perintah Allah ini dalam hidup.   Seorang sahabat Rasul umpama seribu orang kita atau mungkin lebih lagi!  Jadi dengan kualiti diri sebeginilah mereka memperoleh kejayaan di dunia dan diakhirat.  Dunia berada ditangan mereka tapi tidak dihati mereka.!
  
Jadi, jika kita inginkan kejayaan seperti mereka, sebenarnya kita tiada pilihan melainkan mengikuti jejak langkah mereka.  Mereka mempunyai jiwa yang penuh persediaan untuk kembali pada Allah, sentiasa dahagakan peringatan dari Allah dan sangat teliti dalam melalui kehidupan mereka sebagai hamba Allah. Ketakwaan dan keimanan yang mendalam inilah punca kejayaan diri mereka sama ada di dunia ataupun akhirat.

Begitu juga untuk diri kita ini.....kena suburkan iman dan takwa dihati, taati Allah dalam segenap perkara, bertaubat padaNya selalu di atas salah silap kita.....rendahkan jiwa padaNya.  InsyaAllah, mudah-mudahan Allah akan mengembalikam semula kegemilangan Islam nanti kepada umat Islam! 
Amin, Ya Rabbal Alamin

Rujukan
Taujih Ruhiyyah
Abdul Hamid Al-Bilali

Friday, December 09, 2011

Reflleksi diri dihujung tahun yang akan berlalu......



Bismillahirrahmanirrahim....

Setinggi-tinggi kesyukuran di panjatkan kehadrat Allah swt kerana dengan izinNya, dapat ku meneruskan lagi sedikit perkongsian diblogku ini setelah beberapa minggu berhenti seketika.....walaupun cuti, sebenar sibuk dengan kerja-kerja rumah dan lain-lain perkara yang perlu diuruskan. Alhamdulillah akhirnya dapat juga ku duduk sebentar menulis , membuat refleksi diri di tahun baru hijrah ini, mudah-mudahan dapat sama-sama dimanfaatkan, insyaAllah ......

Ya, tahun baru hijrah telah bermula diikuti dengan tahun baru masihi yang akan datang tidak lama lagi.  Cepat sungguh masa  berlalu , tahun 2011 ini  akan meninggalkan kita, banyaknya kenangan suka duka, pahit manis seperti kehilangan orang tersayang yang telah pergi meninggalkan kita , dugaan hidup yang melanda diri dan macam-macam lagi.... seharusnya semua itu menjadikan kita lebih tabah, sabar, pasrah dalam kehidupan yang singkat ini. Itulah lumrah hidup....ia dimulai dengan tangisan, dicelahi dengan tangisan dan diakhiri dengan tangisan.....tangisan orang tersayang yang akan menghantar kita ke kubur bila tiba saat dan ketikanya!

Justru itu, perlunya kita berhenti sejenak, bermuhasabah diri kita ini......apakah yang telah kulakukan di tahun hijrah lepas, sejauhmana kah aku telah membuat sesuatu yang bermanfaat untuk diriku, keluargaku dan orang lain? Apakah yang telah ku perbuat untuk akhiratku seperti perbaiki diri tingkatkan amal soleh, perbaiki hubungan dengan Allah dan orang lain? 

Bermacam-macam persoalan seharusnya kita fikirkan di benak fikiran kita...supaya kita melalui tahun baru ini dengan penuh kesedaran bahawa sebenarnya banyaknya kelemahan diri yang kena perbaiki,  banyak lagi perkara yang harus di perbuat......... 

Perlunya kita memperbaharui taubat kita setiap masa dan ketika, membersihkan hati dari noda-noda dan dosa-dosa yang kita lakukan sama ada disedari atau tidak.....Kita panjatkan doa padaNya serendah-rendah hati dan jiwa kita ini yang banyak kelemahan yang selalunya kita lalai dan alpa. Kadang-kadang diri merasakan seolah-olah kematian itu masih jauh lagi dari kita, hanya menimpa orang lain. Tapi hakikatnya.....it is just around the corner, lurking and waiting!! So beware and be prepared!

Beginilah kita setiap tahun baru perlunya kita peringatkan diri sendiri selalu.....menelusuri kehidupan ini dengan penuh perhatian pada jalan-jalan kehidupan yang seharusnya kita ikuti agar ia tidak tergelencong dari jalan yang lurus...namun jika terjadi jua, perlunya cepat-cepat kembali bertaubat supaya hati ini sentiasa hidup dan sensitif dengan peringatan Allah. 

Perlunya sentiasa suburkan rasa takut dalam hati kita padaNya, takut berbuat dosa yang mana walaupun kita bersendirian, kita sentiasa dibawah pandangan 'mata" Allah.  Allah Maha melihat apa yang kita perbuat malah  Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di sudut dan didalam lubuk jiwa kita. Jadi bersihkan hati kita selalu, ikhlaskan niat kita, buangkan semua prasangka buruk dalam hati kita. Ingatlah manusia itu di nilai Allah bukan dari segi fizikalnya tapi dari segi hatinya yang sejahtera (Qalbu salim).

Selalulah kita panjatkan doa dari sudut jiwa kita ini, bahawa kita sangat-sangat berhajatkan Allah, berhajatkan petunjuk dan hidayahNya.  Tanpa hidayahNya terumbang ambinglah kita, hilanglah pedoman melalui liku-liku hidup ini. Sebenarnya kekuatan diri kita hanya bila bersama Allah yang Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dialah satu-satunya tempat kita bergantung harap dalam hidup ini, tempat kita mengadu seluruh kesusahan diri dan hati kita......hanya Allah sahaja yang dapat membantu kita!  

Yakinilah di hati Allah mendengar segala rintihan masalah kita....Dia Maha pengasih Lagi Maha Penyayang, menyayangi kita melebihi sayangnya ibu pada kita!  Kita ini adalah ciptaanNya dan segala yang diciptakanNya di alam ini adalah untuk  kita manfaatkan!  Maka sejauhmanakah kesyukuran kita?  Cukup ke setakat mengucap Alhamdulillah? 

Sama-samalah  kita renungkan hadis Qudsi ini.......

" Barangsiapa yang berpagi-pagi di dalam keadaan dukacita terhadap dunia, tidak akan bertambah hampir kepada Allah melainkan bertambah jauh.  Tidak akan bertambah di dunia melainkan keletihan. Tidak akan bertambah di akhirat melainkan azab. Allah akan mencampakkan rasa dukacita yang berterusan, kesibukan yang tiada kerehatan, kefakiran yang tiada ada kekayaan dan angan-angan yang memanjang ke dalam hatinya....

Wahai anak Adam! Setiap hari umurmu akan berkurangan sedangkan engkau tidak menyedarinya. Setiap hari Aku memberi rezeki padamu tetapi engkau lupa untuk memujiKu. Tidak cukup bagimu terhadap apa-apa yang sedikit. Tidak pula engkau merasa puas dengan yang banyak.

Wahai anak Adam! Tidak ketinggalan suatu rezekipun melainkan datang dariKu rezeki untukmu, tapi pada malam harinya Aku didatangi malaikatKu mempersembahkan amalan kejahatanmu padaKu.  Kamu memakan rezekiKu kemudian kamu membalasi dengan melakukan kedurhakaanmu kepada Ku.

Kamu memohon kepadaKu lalu Aku perkenankan permohonan itu. Kebaikan dariKu sentiasa mengalir padamu dan kejahatan daipadamu sampai padaKu. Sesungguhnya Aku adalah sebaik-baik penolong bagimu dan engkau adalah sejahat-jahat hamba padaKu. 

Engkau tanggalkan daripadaKu apa-apa yang Aku berikan kepadamu. Aku tutupkan kejahatan demi kejahatanmu. Aku malu terhadapmu tetapi engaku tidak punya rasa malu denganKu. Engkau melupaiKu dan mengingati selain daripadaKu.  Engkau merasa gerun dengan manusia tetapi engkau merasa aman terhadapKu. Engkau  merasa gentar dengan marah manusia tetapi merasa aman dengan kemurkaanKu." 


Begitulah realitinya kebanyakan manusia! Perlulah kita insafi siapa diri kita ....dijadikan dari setitis air mani yang hina, diberi pendengaran, penglihatan dan hati tetapi sangat sedikit dari kita betul-betul bersyukur padaNya!

Semoga peringatan ini berguna buat jiwa yang selalu lalai dan leka, kurang amalan, sedkitnya kesyukuran dan banyaknya dosa.... ......selalulah kita kembali padaNya memohon keampunan dariNya !!

Hakikat hidup ini...

Siapa yang gemar membantu orang, Maka hidupnya senantiasa dipermudahkan. Siapa yang memiliki sikap belas ihsan, Maka akan disayang sesa...