Tuesday, December 17, 2013

Beriman tanpa ragu-ragu...



Bismillahirrahmaanirrahim...

Alhamdulillah setinggi-tinggi kesyukuran dipanjatkan ke hadrat Allah SWT kerana dengan izinNya dapat sekali lagi ku coretkan peringatan buat diri ini dan perkongsian bersama pembaca blog sekelian. Mudah-mudahan apa yang di tuliskan ini dapat dimanfaatkan dan disebarluaskan, insyaaAllah.

Sama-sama kita renungi firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 15 yang bermaksud...

" Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya dan kemudian mereka tidak ragu-ragu, mereka berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar."

Dari ayat di atas jelaslah kepada kita siapakah orang yang beriman itu dan ciri-cirinya....iaitu mereka yang ada iman yang tidak ada sedikitpun keraguan dijiwa, berkeyakinan yang bulat padu pada Allah dari hati, dibenarkan oleh lisan dan dibuktikan dengan amalan!!

Hatinya benar-benar yakin dan percaya pada Allah dan RasulNya, tiada ada rasa ragu, tidak ada rasa tidak puas hati ,  tidak ada rasa tidak layak atau was-was terhadap sistem Allah SWT atau hukum-hukum Allah. 

Iman sebeginilah yang mampu melahirkan jihad yang sebenarnya iaitu jihad dengan hartabenda bahkan jiwanya sanggup diserahkan di atas jalan Allah SWT.  Segala apa yang ada pada dirinya hanya untuk Allah dan kerana  Allah semata-mata.....Pendekata lautan sanggup direnangi, daratan sanggup ditempuhi demi Allah dan Rasulnya yang tercinta!! MasyaAllah hebatnya pengaruh iman yang bulat dan tidak ragu-ragu ini....sehingga segalanya jadi mudah dan kecil, tidak ada apa-apa walaupun manusia mungkin nampak susah dan impossible!

Iman yang tidak ragu-ragu ini akan merasai satu kepuasan, mantap dan tetap tidak berbelah bagi dan mendesak diri untuk tunduk dan patuh melaksanakan setiap perintah Allah dan menjauhi laranganNya dalam diri , keluarga dan masyarakat. 

Dia tidak akan rasa senang dan tenang bila perintah Allah dilanggar dan larangan Allah tidak dihiraukan. Rasa sedih menyelubungi hati bila memaksiatiNya dan gembira bila mentaatiNya. Inilah tanda iman sudah bertahta dijiwa dan apa yang dirasai akan disepadukan dalam kehidupan dan amalan seharian.

Itulah dia iman yang hakiki, iman yang benar yang tidak sabar-sabar lagi untuk beramal dan berjuang......tidak pernah mencari alasan untuk tidak turut serta dalam medan jihad. Inilah dia iman yang hidup segar dan sihat dalam jiwa insan yang benar-benar beriman tanpa ragu-ragu!!

Maka semaklah diri kita sendiri...sejauhmanakah iman yang benar ini sudah bertahta dalam jiwa? Sejauhmanakah pengorbanan kita diatas jalanNya....sudahkah apa yang kita yakini dan rasai itu dijelmakan dalam kehidupan kita? Apakah sama apa yang kita cakap dengan apa yang kita perbuat? Jika masih ada pertentangan antara apa yang ada di dalam hati dengan amalan kita....maka itulah yang di namakan nifaq.

Iman orang yang nifaq ini adalah iman yang lemah, iman yang tidak mantap senang berbolak balik. Perlakuan dan amalannya bercampur baur antara kemaksiatan dan ketaatan dan ia akan disiksa dan diberi pahala sesuai dengan amalannya. Sifat nifaq ini adalah tercela kerana ia adalah ciri orang munafiq yang di murkai dan dilaknati Allah SWT.

Dalam satu hadis Rasulullah tentang nifaq ini yang bermaksud...

" Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas.”

Realiti masyarakat Islam sekarang, sebahagian besar praktik hidup  berjalan tanpa dipandu oleh iman yang benar. Mengapakah terjadinya demikian ? Kemungkinan syahadah yang diucap hanya di mulut tapi tidak masuk dan meresap ke dalam ke hati. Ini menyebabkan apa yang diucap tidak sama dengan yang diamalkan...dengan kata lain cakap tak serupa bikin! Itulah tanda iman yang palsu  atau lemah.

Justru itu, terjadinya amalan yang berlawanan dengan ajaran Allah SWT. Sedangkan sepatutnya antara amalan jahiliyyah dan Islam tidak pernah ada kompromi. Islam dan jahilyyah  tidak boleh bersekutu, saling bermusuhan antara satu sama lain.

Jadi, dalam hati orang mukmin hanya ada satu kecintaan sahaja natijah dari iman yang benar, mantap dan tidak ragu-ragu...iaitu cintakan Allah, cintakan Rasul dan kebenaran!  Bagaimana mungkin hati itu cinta pada Allah dan Rasul jika masih banyak kecintaan pada dunia, cintakan apa yang disukai nafsu, cintakan jahiliyyah ? Memang dalam hati itu tidak akan terkumpul dua kecintaan ini serentak! Kena pilih salah satu....! Orang Mukmin pastinya akan memilih cinta Allah dan Rasul sementara orang fasik , munafik dan kafir akan memilih jahiliyyah, hawa nafsu dan dunia.

Jika sesaorang itu mengaku beriman tapi dia tidak menolak jahiliyyah malah berseronok dengan jahilyyah, diam membatu bila keluarga sendiri terlibat dalam jahiliyyah, ini menunjukkan imannya sudah lemah tidak berfungsi lagi dan hatinya sudah dihinggapi penyakit.

Jiwa yang lemah iman ini perlu segera bangkit  semula agar ia bertenaga kembali untuk melawan dan menolak jahiliyyah.... jika tidak ditakuti lama kelamaan jiwa tersebut semakin lemah hingga hati itu mati. Satu musibah besar bila hati itu mati terlebih dulu dari jasad...berjalannya ia di muka bumi Allah ini seperti mayat hidup yang tidak bernilai disisi Allah!

Jahiliyyah ini mesti dilawan dengan iman supaya ia tunduk di bawah telunjuk iman. Janji Allah bahawa iman dan kebenaran pasti menang dengan izinNya cuma ia menuntut jihad dan pengorbanan, kesabaran dan istiqamah berada di atas jalan iman sama ada dalam keadaan susah atau senang. Hanya senya orang yang benar imannya adalah mereka yang beriman dengan Allah dan RasulNya tanpa ragu-ragu, sedia berkorban dan berjihad hartabenda bahkan jiwa raganya untuk Allah!!

Sesungguhnya perjalanan kehidupan orang-orang beriman ini bukanlah ditaburi dengan bunga dan permaidani merah tapi di penuhi dengan keringat,  airmata dan darah, jihad dan pengorbanan yang berterusan menentang jahiliyyah.....banyak halangan yang merentasi perjalanan itu...maka perlunya kita memelihara diri kita agar sentiasa berada di atas landasan yang benar menuju kepada matalamat yang satu agar mendapat kejayaan sebenar di sisi Allah! Hanya bila kita berada di atas jalan Allah yang benar kita akan sentiasa mendapat pertolonganNya, rahmatNya, keredaanNya....itulah janji Allah bahawa Dialah penolong dan pelindung orang-orang yang beriman dan bertakwa...!!

Hasbunallah wani'mal wakeel wani'mal maula wani'mannasir....

Sumber  Tarbawi
  

Tuesday, November 05, 2013

Bermulanya Tahun Hijrah 1435....!



Bismillahirrahmanirrahim....
Alhamdulillah,  petang tadi apabila malam mula melabuhkan tirainya, matahari mula menyembunyikan dirinya...dengan laungan azan maghrib maka bermulalah Tahun Hijrah yang baru! Saban tahun silih berganti....inilah yang kita sambut setiap tahun dengan Cuti Awal Muharram dan Sambutan Maal Hijrahnya!
Lazimnya , di akhiri tahun lepas dengan bacaan doa akhir tahun  dan di awali dengan doa awal tahun......



Kita mengakhiri tahun hijrah yang lepas dengan penuh kepedihan dihati....peristiwa yang menimpa umat Islam di seluruh dunia terutama di Syria, Palestin, di Mynmar, di Mesir.....meruntun jiwa kita di separuh tahun hijrah lepas. MasyaAllah, betapa setiap hari kita dihidangkan dengan berita-berita yang menyayat  hati dan menyedihkan jiwa kita, terpukul rasanya dihati,  kita hanya menjadi penonton sepi melihat umat Islam di sana dibunuh, disiksa, dirogol, disembelih tanpa rasa ihsan....tiada nilainya atau harga nyawa manusia, seolah-olah mereka pembunuh ini dirasuk syaitan yang dahagakan darah dan airmata,   membunuh membabi buta tanpa mengira usia!! Hanya  airmata yang mengalir lebat setiap kali melihat peristiwa yang disebarkan dan doa yang berterusan yang mampu dipanjatkan kehadrat Illahi agar Allah membantu mereka.

 Ampunilahlah kami, ya Allah ! Apa daya kami disini selain doa yang berterusan agar ditabahkan jiwa di kuatkan iman umat Islam disana menanggung dugaan yang maha hebat itu! Tabahlah kalian menentang penindasan musuh-musuh Islam, juga musuh Allah, cukuplah Allah sebagi pelindung dan Dialah sebaik-baik pelindung dan pemelihara! Semoga kejayaan sentiasa bersama kalian para mujahideen yang berjuang dijalan Allah! Allah sentiasa bersamamu!!

 Iktibar bagi kita umat Islam seluruh dunia....dekatkanlah hubungan kita dengan Allah, tingkatkan iman dan takwa dijiwa, perkemaskan dan perbaiki diri kita supaya diri terhias dengan syahsiah Islam, sebolehnya jauhi diri dari maksiat, jangan terleka dengan perangkap-perangkap Yahudi yang ingin melemah dan melalaikan kita dengan agenda halus mereka melalui hiburan-hiburan di media elektronik seperti TV atau internet! Pengembalian kita pada Islam sebenarnya menakutkan musuh Islam kerana mereka tahu  disitulah letaknya kekuatan  kita. 

Apabila saf-saf jemaah diwaktu subuh sudah dipenuhi....disitulah ukuran kekuatan umat Islam! Jadi... ayuh para pemuda Islam....jadilah pendokong agama Allah, campakkan selimut pagimu, bingkas bangun dan sahutlah panggilan azan setiap pagi! Mulai setiap hari dengan nama Allah, berzikir dan bertasbih memmbesarkan Allah, maka dengan itu Allah akan memenangkan kita dan memberikan kita kejayaan, kita tidak lagi dikerumuni oleh musuh Islam seperti orang lapar mengerumuni makanan! Tega ke kita melihat apa yang berlaku sekarang pada umat Islam?? Tanyai hati kecilmu lagi....tegakah kita melihat semua itu? Aduh...pedih dan sedih yang tidak tergambarkan! 

Mulai tahun baru hijrah ini dengan tekad dan semangat, tahun ini lebih baik dari tahun lepas!  Hijrahkanlah hati kita agar dekat lagi hubungan kita dengan Allah, berhijrahlah kita dari akhlak yang tidak baik kepada yang baik dan jika sudah baik menjadi bertambah baik lagi. Inilah konsep sebenarnya penghayatan hijrah kita!

Perlulah buat perancangan rapi untuk tahun baru hijrah ini untuk mecapai matlamat diri....apa yang ingin di capai tahun ini? Senaraikan perancangaan dan buat action plan untuk dunia kita, lebih-lebih lagi akhirat kita. Seterusnya,  teruskan melangkah untuk mencapai matlamat itu tanpa meninggalkan doa pada Allah supaya Allah memberikan kita kekuatan dan  kemampuan diri melaksanakannya! Setiap usaha, setiap langkah yang di ayun....mesti diiringi doa yang berterusan kerana pada Allahlah terletak segala pergantungan jiwa!! Disisi Allahlah tersimpan segala perbendaharaan langit dan bumi, segala sesuatu adalah milikNya. 

Semoga hari-hari depan adalah hari-hari yang memancarkan sinar bagi kebangkitan semula umat Islam agar kembali berpegang teguh pada deen Allah ini. Sebenarnya kitalah yang sangat-sangat perlukan Islam, kita sangat-sangat perlukan Allah dalam hidup ini....... 

Tanpa Allah, kita bukan siapa siapa...we are nothing without Allah!! Disitulah punca kekuatan kita, kejayaan kita, kemuliaan umat Islam!!

Sunday, October 27, 2013

Konsep perubahan menurut Islam


Bismillahirrahmaanirrahim...

Salah satu daripada sifat -sifat Islam ialah ia bersifat merubah. Bila kita mengaku Muslim kita perlu mengubah diri kita menjadi Muslim seperti yang dikehendaki oleh Allah. Dan perubahan tersebut bersifat kulli atau menyeluruh bukan hanya perubahan separuh atau sebahagian sahaja (juz'iyy). Kita perlu sebenarnya mengubah diri kita secara keseluruhannya Islam...Islam di hati dan dalam tindakan, samada seorang diri, berkeluarga atau masyarakat sehingga semua sekali Islam. Ini sesuai dengan ajakan Allah kepada kita dalam surah Al-Baqarah ayat 208 yang bermaksud...

" Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan dan janganlah kamu mengikut langkah-langkah syaitan.  Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."

Islam sebenarnya tidak reda berkompromi dengan jahiliyyah dimana campur aduk antara Islam dan jahliyyah adalah tertolak sama sekali.  Manhaj  atau cara Rasulullah menghadapi jahilyyah adalah dengan melakukan perubahan....terutamanya perubahan dari segi perhambaan atau ubudiyyah perlu hanya senya kepada Allah SWT semata-mata.

Pernah Rasulullah saw di datangi orang kafir Quraish supaya baginda berkompromi dengan mereka dari segi ubudiyyah ini.....iaitu mereka menyuruh baginda menyembah tuhan mereka selama sebulan dan sebagai balasan orang kafir Quraish ini akan menyembah Allah pula selama sebulan! Tapi Allah dengan tegas menurunkan firmanNya dalam Surah Al- Kafirun ayat 1-6 yang menolak campuraduk dalam ubudiyyah ini....

"Katakanlah : Hai orang-orang kafir. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu pula bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku."

Penolakan ini adalah tegas dan total tiada kompromi sama sekali!

Satu pengajaran dalam hidup kita supaya inilah sepatutnya kita laksanakan dalam kehidupan kita....penyembahan yang total kepada Allah tanpa ada sedikitpun campuraduk dengan jahliyyah. Semua adat-adat yang baik dalam masyarakat yang tidak bercanggah dengan ubudiyyah kepada Allah bolehlah dikekalkan sebaliknya jika adat tersebut bercanggah perlulah dihapuskan. Adat-adat yang di anjurkan dalam Islam yang belum wujud dalam masyarakat hendaklah di hidupkan.  Dengan kata lain amalan sunnah Rasulullah dijadikan sebagai satu cara hidup kita.!!  

Sebenarnya adalah menjadi satu kewajipan yang penting bagi seorang Muslim atau kaum Muslimin bersiap siaga dengan pelbagai kekuatan diri untuk melakukan perubahan dan menghadapi pelbagai cabaran zaman.

Kenapakah perlunya pada perubahan ini?

Ada banyak sebab diantaranya....
  • tuntutan syarak
  • melepaskan umat islam daripada kehinaan dan kecelakaan akibat tamadun Barat
  • Tamadun Barat dan Timur telah bangkrap
  • hancur leburnya teras-teras Islam seperti aqidah dan amalan asas  Islam seperti solat
  • untuk mencapai kesempurnaan ibadah dan ubudiyyah pada Allah dalam praktik hidup secara keseluruhan
Perubahan yang perlu dilakukan mestilah menepati ciri-ciri yang dikehendaki dalam Islam iaitu...
  • berasaskan aqidah tauhid kepada Allah
perubahan ini perlu betul matlamatnya kerana Allah dan wasilahnya adalah wasilah yang syarak menepati roh Islam
  • perubahan yang menyeluruh
perubahan yang meliputi semua aspek kehidupan manusia yang bukan berasaskan metode rekaan manusia tapi hanya merujuk pada matlamat dan jalan Allah sahaja. Persiapan yang menyeluruh perlu untuk melakukan perubahan yang menyeluruh.
  • perubahan bersifat rahmah dan kasih sayang
perubahan  tidak terbina atas paksaan, kezaliman dan penindasan bahkan ia terbina diatas kemuliaan, rahmah dan kasihsayang.

Tujuan dari perubahan Islam yang menyeluruh ini sebenarnya untuk mencapai kesempurnaan amal itu.  Amal.  yang sempurna bukan dinilali dari segi hasil kerjanya sahaja bagus tapi proses melakukan amal itu perlu juga di perhatikan. Setiap amal itu mesti di mulai dengan niatnya yang benar kerana Allah dan penyempurnaan amal tersebut seperti yang dikehendaki oleh Allah tanpa ada sedikitpun campur aduk dengan nilai yang tidak syarak.

Yang kita kehendaki adalah penilaian Allah dalam kesempurnaan amal yang di lakukan.  Jadi sebenarnya setiap kerja yang kita perbuat sama ada kecil mahupun besar....perlu di teliti proses pelaksanaannya dari awal lagi, kita bukan hanya mementingkan natijah sahaja!!

Apapun disini titik tolak kepada setiap perubahan...dimulai dengan perubahan jiwa yang melahirkan perubahan rasahati, perubahan tindakan dan amalan...perlulah di atas titik tolak yang betul yang lahir dari kefahaman dan kesedaran yang benar, barulah perubahan yang dilakukan itu berkekalan dan istiqamah. Yang nak mantain perubahan ini adalah keimanan dan taqwa yang di proses yang tahan melalui ujian dan dugaan yang mendatang. 

Thursday, October 17, 2013

Tazkirah Aidil Adha....pengorbanan hati!


Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah setinggi rasa syukur ku panjatkan ke hadrat Allah SWT kerana dengan izinNya, akhirnya dapat ku duduk sejenak, meluangkan sedikit masa untuk membuat sedikit coretan di sini setelah sekian lama aku berhenti sejenak...sejak Aidil fitri yang lepas! Aduh...betapa aku ingin menulis  namun disebabkan kekangan masa yang ada...atau mungkin juga dek kelemahan diri mengatur dan mencari masa terluang untuk berkongsi sedikit peringatan.... ..!

Banyak peristiwa berlaku sebulan dua ini....diantaranya, aku menerima ahli baru dalam keluargaku...kini aku sudah mendapat gelaran baru...sebagai ibu mertua! Alhamdulillah setelah bertahun merancang, maka dengan izin Allah anak sulungku sudah pun berkahwin....begitulah ketentuan Allah tentang jodoh ni, kita hanya merancang, namun segalanya Allah yang menentukan. Kekadang lain yang kita rancang, lain pula yang jadi....masyaAllah,  semua itu tersembunyi hikmah yang tidak kita ketahui!!  Sebagai hamba Allah, kita hanya mampu bertawakkal dan pasrah padaNya.....Allahlah sebaik-baik perancang dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita!! Kita perlu berlapang dada seluas lautan dan alam buana , dan bersangka baik dengan Allah di atas segala apa yang terjadi pada diri kita....

Segala yang berlaku adalah tarbiyyah untuk diri....
Kepahitan dan kesedihan yang dilalui mengajar kita erti sabar dan reda.....
Kegembiraan yang dinikmati mengajar kita erti syukur......
Segala yang berlaku semua itu baik belaka...
Tiada satu pun yang sia-sia!!

Interaksi diri dengan semua permasalahan kehidupan merupakan interaksi jiwa, bagaimana seharusnya kita bawa jiwa kita ini, adakah kita menuruti hawa nafsu diri dan masih mempunyai sifat mazmumah yang merajai hati.....??

Ku rasai banyak lagi yang kita kena laksanakan proses membersihkan dalaman diri kita....kekadang walaupun luaran mampak cantik dan bersih belum tentu dalaman kita sebegitu! Kita hiasi fizikal kita dengan pakaian yang cantik dan up to date tapi kita lupa dan tak kisah hiasi hati kita dengan apa yang Allah suka!!

Ya....itulah sebenarnya yang bermakna buat dunia dan akhirat kita...yaitu apa yang Allah suka! Kita kena korbankan apa yang kita suka untuk apa  yang Allah suka.Sebagai contoh, sifat perempuan memang  suka berhias diri dan  tabarruj, tapi Allah suka kita bersederhana di luar dengan menutup aurat yang betul, tapi berhias di rumah untuk suami! Tapi adakah kita kisah apa yang Allah suka...??

Disinilah sebenarnya terletak kerelaan jiwa kita mengorbankan kesukaan kita untuk Allah. Nilai pengorbanan sebenarnya terletak pada sejauhmana sayang kita pada sesuatu itu. Nilai pengorbanan itu semakin tinggi bila sayang semakin tinggi juga....kerana jiwa terpaksa melakukan mujahadah yang pahit! Mujahadah yang menuntut kesabaran yang tinggi untuk istiqamah berpegang pada prinsip. Mampukah kita buat begitu??

Sematkan dijiwa ...kemampuan dan kekuatan itu dari Allah jua. Kita kena mencari jalan-jalan untuk mendapatkan kekuatan dan kemampuan diri dengan Allah. Kita perlu selalu mendekatkan diri dengan Allah melalui jalan ibadah dan zikir kita, melalui pembacaan buku-buku  yang dapat menyentuh jiwa, melalui pembacaan dan penghayatan Al-Quran, berbuat baik pada manusia, banyak bersedekah, bergaul dengan orang-orang yang soleh....dan banyak lagi....satu senarai panjang yang boleh kita buat!

Apapun...langkah pertama itu penting, biarlah bermula dengan yang sedikit tapi istiqamah dari buat banyak tapi tidak istiqamah. Terlebih penting lagi...segala usaha yang kita laksanakan kena iringi dengan doa kerana itulah senjata mukmin yang ampuh! Bawalah senjata ini kemana jua dan panjatkan doa padaNya dalam apa jua suasana. Dengan cara ini kita dapat menjalin hubungan yang erat dengan Allah dan dekat dengan Allah selalu!

Ingati selalu pesanan dari Allah buat manusia yang selalu lupa,  tanda kasih sayang Allah pada kita...
"Ingatlah pada Allah , hanya dengan mengingati Allah jiwa akan jadi tenang..." 
Itulah sebenarnya kebahagiaan yang nak dicari ..ketenangan jiwa yang sebenarnya! 

Wallahualam....setakat inilah yang termampu  untuk coretan jiwa kali ini, insyaaAllah.
Segala yang benar itu  sohehlah dari Allah tapi yang banyak silap itu dari diri ini.
Mohon ampun dari Allah di atas segala dosa-dosa dan mohon maaf  dari semua yang mengenali diri ini di atas segala salah silap yang sengaja dan tidak disengajakan. Itulah dia hakikat diri yang tidak sempurna dan banyak kelemahan. Astaghfirullahal  'azim.


Wednesday, August 07, 2013

Taqabballlahu minna wa minkum....Salam Aidilfitri 2013/ 1434 Hijrah

Bismillahirrahmanirrahim...

Dapatkan Mesej Bergambar di Sini


Alhamdulillah....syukurku ke hadrat Allah, hari ini tiba kita di penghujung Ramadan,  29 Ramadan telah  pun menjelma. Esok hari terakhir kita menjalani ibadah puasa...dijangkakan hari raya pada hari Khamis insyaaAllah!  Bercampur baur perasaan ini, suka dan duka menyelubungi diri.....berjayakah aku kali ini, Ramadan kali ini lebih baik ke dari yang lepas??

Suka dan gembira menyambut ketibaan Aidifitri setelah selesai menjalani ibadah puasa selama sebulan...setelah berlapar dahaga, mendidik jiwa,  mujahadah hati yang turun naiknya setiap kali........masyaaAllah hikmah puasa yang menanam takwa di hati adakah sudah ku perolehi??

Suka dan gembira kerana di waktu ini keluarga, sanak saudara, rakan taulan jauh dan dekat berkumpul saling bersilaturrahim setelah lama tidak bersua... indahnya pertemuan menjalin persahabatan dan ikatan kasih sayang......!!

Namun rasa sedih terselit juga di hati pada sujud terakhir menangisi diri....apakah diri ini sudah diampuni?
Sayunya suara imam yang melaung takbir pada setiap rakaat yang dilalui.......
Sedih kerana mungkin banyak kelalaian diri yang masih belum dapat diatasi, ibadah yang optimum belum tercapai lagi dek kelemahan diri....menyesali diri mungkinkah dapat ku tebus nanti di Ramadan akan datang??

Pelbagai persoalan menghantui diri....muhasabah diri di penghujung Ramadan untuk memohon ampun padaNya atas segala kekhilafan dan kelemahan ....di penghujung Ramadan yang akan berlalu pergi...!!

Ya Allah.....Tuhanku yang Maha Pengampun dan suka mengampunkan dosa , maka ampunilah aku!!

Itulah rintihanku, insan yang lemah dan banyak kekhilafan diri .....tiada yang boleh mengampunkan melainkan hanya Engkau ya Allah...banyaknya dosaku, banyaknya kelalaianku, kurangnya kesyukuranku padaMu.....aku hanya tahu menggunakan nikmatMu tapi lalai untuk mensyukuriMu....!!

Begitulah aku setiap kali....namun Engkau tetap membukakan pintu rahmah, pintu maghfirahMu..
Besarnya cinta dan kasihMu pada hamba-hamba Mu......!!
Aduh....... malu, hina dan kerdilnya diri ini di hadapan asmaMu kebesaranMu yang tiada tandingnya!!

Ya Allah......Tuhanku yang Maha Pengampun dan suka mengampunkan dosa....maka ampunilah kami!!

Ampunilah aku, ibu bapaku, suami dan anak-anakku, keluargaku, saudara maraku, sahabat handaiku, jiran tetanggaku, semua insan yang ku sayangi..seluruh muslimin dan muslimat..... ....Ampunilah kami Ya Allah ...Maha Luas PengampunanMu pada kami...insan lemah yang banyak buat silap, banyak lalai, kurang bersyukur, kikir diri.....!! Tiada yang boleh mengampunkan dosa selain Engkau, Tuhan yang Maha Agong!!

 Sempena Ramadan yang akan pergi dan Syawal yang akan menjelma.....

Ucapan dari ku buat semua...
Taqqabbalallah minna wa minkum......
Semoga Allah menerima amal kami dan amal kamu....
Maaf Zahir  dan Batin di atas semua salah dan silap......
Minal Aidzin Wal Faizin

Monday, May 06, 2013

Islam pilihan kita.....


Bismillahirrahmanirrahim....

Alhamdulillah setinggi-tinggi rasa syukur ku panjatkan ke hadrat Allah SWT kerana dengan izinNya dapat ku coretkan sedikit peringatan buat diri sendiri dan sama-sama dikongsikan kepada pembaca blog untuk kita sama-sama muhasabah diri kita, memperbaiki diri kita dan meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT kerana hubungan dengan pencipta kita ini adalah teramat penting yang perlu kita jaga melebihi segalanya......

Ini adalah kerana hubungan kita dengan Allah menentukan status diri kita di sisiNya...sama ada di terima atau di tolak oleh Allah SWT. Penerimaan Allah pada diri kita sebagai hambaNya seharusnya menjadi persoalan diri kita selalu....adakah amal yang  aku buat ni Allah redo, Allah terima sebagai amal soleh? Bagaimanakah nak jadikan amalku ini walaupun kecil diterima Allah? Jalan manakah yang seharusnya ku ikuti,  dan bagaimanakah yang di katakan jalan yang lurus yang sering kita baca dalam solat kita setiap hari sehari ?

Jadi sebagai seorang yang mengaku Muslim,  sebenarnya persoalan-persoalan sebegini perlu kita cari jawapannya.  Kita perlu menjadi Muslim melalui kefahaman dan kesedaran yang sebenarnya, bukannya Muslim ikut-ikutan atau Muslim yang diwarisi dari keluarga kita! Kita seharusnya mempunyai ilmu yang memberikan kita kefahaman dan membangkitkan kesedaran tentang status diri kita......di mana kita disisi Allah? 

Sama-sama kita renungkan satu hadith Rasul......
 " Apabila Allah menghendaki kebaikan pada sesaorang, Allah akan memberikannya kefahaman akan deenNya".

Mempunyai kefahaman yang sebenarnya dalam deen Allah ini merupakan keperluan bagi setiap Muslim....kerana dari sini akan tercetusnya kesedaran diri untuk menjadi hamba kepada Allah SWT dalam ertikata yang sebenarnya.! Ramai orang yang tahu tapi tak sedar, ada yang tahu tapi tak faham,ada yang faham tapi tak kisah  tapi yang Islam kehendaki adalah tahu, faham dan sedar dan ambil kisah!

Membiarkan diri dalam kejahilan itu adalah satu dosa yang akan ditanya Allah nanti.......jadi sewajarnya kita tingkatkan usaha kita untuk mendalami deen Allah SWT ini iaitu Islam satu-satunya deen yang Allah redai ini. InsyaaAllah, melalui kefahaman kita akan deen Allah ini, mudah-mudahan dapatlah kita melalui jalan-jalan kehidupan sebagaimana yang Allah kehendaki........kita selalulah panjatkan doa ikhlas kita supaya Allah sentiasa memberikan kita bimbinganNya dalam kita membuat keputusan,membuat penilaian,  membuat plihan mengikuti syariatNya. Sebenarnya dalam hidup ini , kita tiada kepentingan diri melainkan kita nak cari redha dan barokah Allah dalam setiap gerak kerja dan rasa hati kita. Itu matlamat utama kita!

Musuh kita yang sebenarnya adalah yang tersembunyi dalam diri kita iaitu syaitan dan nafsu yang sering mengajak kita kepada kebatilan dan musuh Islam yang hendak memecahbelahkan umat Islam dan berhasrat nak menjauhkan diri kita dari deen Islam sebagai cara hidup. Agenda musuh ini tidak akan terhenti selagi kita tidak mengikuti mereka dan membuang Islam jauh-jauh dari kehidupan kita! 

Musuh Allah ini sentiasa mencari ruang dan peluang supaya umat Islam ini tenggelam dan leka dalam arus keduniaan...... cintakan dunia dan takutkan mati! Inilah penyakit yang telah menimpa umat di akhir zaman nanti seperti yang telah di perkatakan oleh baginda Rasulullah saw dahulu.  Jadi kita perlu bebaskan diri dari penyakit ini untuk kita menjadi umat pilihan Allah yang mendokong Islam sebagai cara hidup kita. Perlunya kita kembali pada Allah dalam segenap aspek hidup ini jika kita berhajatkan kejayaan di sisiNya, dunia dan akhirat.!

Apapun....yang penting sentiasa perbaiki diri, jaga hubungan dengan Allah selalu...inilah yang kita nak mantain dalam diri dan keluarga kita.  Apabila Islam tertegak dalam diri kita, maka Islam akan tertegak dalam negara kita!  Menegakkan Islam dalam negara  merupakan satu tuntutan yang dipertanggungjawabkan oleh Allah pada setiap Muslim kerana melaluinya akan dapat menegakkan sistem Allah di muka bumi ini, meninggikan kalimahNya sehingga tiada yang tinggi melainkan hanya Allah SWT sahaja!! Namun ini hanya laungan kosong jika umat Islam tidak mengambil nilai-nilai Islam secara syumul dalam diri atau mengambil  Islam sekularisme yang hanya ambil Islam ikut nafsu diri, mana yang sesuai ambil , tak sesuai , tinggalkan! 

Tanpa kita melalui proses kefahaman dan kesedaran Islam , melalui proses tarbiyah dan tauiyah dan melakukan mujahadah dalam diri, Islam yang kita nak tegakkan dalam diri, keluarga dan masyarakat hanya akan jadi impian sahaja. Maka mulakan impian kita dengan diri kita dulu.....ambillah Islam sebagai satu-satunya pilihan hidup kita. Usahakan dalam diri kita setiap hari...bagaimana nak menjadi Muslim  sebenar yang Allah kehendaki.  Sibukkan diri dengan mencari kelemahan diri bukan kelemahan orang lain untuk di perbaiki!

Bukanlah orang yang menulis lebih baik dari yang membaca ...semua ini di tulis dalam rangka untuk peringatan diri sebenarnya untuk sama-sama dikongsikan.  Jika ada kebenaran semuanya datang dari Allah jua tapi yang banyak kelemahan dan kesilapan dari diri sendiri yang menulis ini. Mohon maaf pada yang mengenali diri jika ada yang tersentuh jiwa terasa dihati. 

Sama-sama kita bermuhasabah.... pilihanraya negara  datang 5 tahun sekali, tapi sebenarnya pilihanraya dalam diri kita  kena tentukan setiap hari...apakan pilihan kita sesuai dengan yang Allah kehendaki? Setiap masa kita berdepan dengan pilihan-pilihan ini..........

Jadi pilihan kita di dunia ini menentukan tempat kita pilih di akhirat nanti.....sama-sama kita buat pilihan yang bijak sebelum lidah kelu dan mata tertutup!

Wallahualam....Allah dan Rasul lebih mengetahui segalanya.

Sunday, March 03, 2013

Jalan-jalan kehidupan...yang mana harus ku ikuti?



Bismillahirrahmanirrahim....

Alhamdulillah setinggi-tinggi kesyukuran dipanjatkan kehadrat Allah SWT di atas segala nikmat yang diberikanNya tidak terhingga banyaknya...tidak mampu kita menghitungnya satu persatu. Nikmat yang kadang-kadang kurang kita hargai, selalunya kita ambil mudah saja, we just take things for granted!! Kadang-kadang kita terlalu cepat bertindak tanpa berfikir panjang...tanpa  pause sebentar.....sudahkah aku menghargai nikmat Allah ini dalam erti kata sebenarnya? Atau oleh kerana sudah terlalu biasa....kita terlupa untuk mensyukurinya? Oleh kerana terlalu biasa....kita tak rasa apa-apa kecuali di saat kita kehilangannya...barulah jiwa merintih, masyaaAllah baru disedari?

Begitulah hakikat kita insan yang banyak kelemahan ini! Kadang-kadang walaupun kita  sedar siapa diri kita namun kita terus lalai dan leka dalam suasana zon selesa kita sehingga kita tidak nampak keperluan untuk  mengatasi kelemahan diri. Sikap santai dan tidak kisah ini sebenarnya perlu diatasi.  Seharusnya bagi kita,  hari esok  lebih baik dari hari ini dan hari ini lebih baik dari semalam!    Baru ada peningkatan, baru ada kemajuan...namun realitinya bukanlah begitu. Aah..malaslah nak fikir, itulah selalu kata hati, buat apa susah-susah...sekarang dah okey apa, tiada masalah besar pun?  

Sikap ambil mudah dan sambil lewa ini sudah jadi tabiat diri yang  sukar di atasi. Perkara ini berlarutan sehingga bertahun-tahun lamanya, dari muda hingga dah tua beruban ,  sikap tu masih sama...atau mungkin lebih teruk lagi! Seringkali berkata, aku memang macam ni...orang lain kena fahamlah. Kita hajat orang lain berubah tapi diri sendiri masih sama. Adilkah begitu..??

Sebenarnya setiap perubahan itu seharusnya bermula dari diri sendiri dahulu. Kita semaklah diri lakukan perubahan kalau tak banyak pun sedikit demi sedikit secara berterusan. Kalau dulu bersifat kedekut dengan famili, berkira harta benda, maka sekarang bersikap pemurahlah dengan keluarga, penuhilah keperluan keluarga....itukan tanggungjawab seorang bapa dan seorang suami! Setiap sen harta yang dibelanjakan untuk keluarga sangat  tinggi nilainya di sisi Allah dan itulah sebenarnya harta kita yang disimpan di hari akhirat nanti. Di sisi Allah juga, siapa yang bersikap paling baik terhadap keluarganya, dialah yang paling baik imannya. 

Perubahan diri yang perlu kita jalani bukan setakat perubahan fizikal, sikap semata-mata tapi yang terlebih penting dan paling utama adalah perubahan dalaman kita iaitu perubahan jiwa kita. Kita kena berusaha mengubah jiwa kita kerana dari jiwalah berasalnya setiap tindakan....Jiwa atau hati itu adalah umpama raja yang memerintah...jika baik jiwa maka baiklah seluruh aggota badan!!  

Sebenarnya nak mengubah jiwa itulah kerja yang paling susah.....masyaaAllah, untuk itu kita perlu banyak berdoa mohon pertolongan dari Allah. Keterikatan hati dengan Allah, keimanan yang kuat sangatlah perlu...tanpanya kita tidak mampu  melawan sendiri gejolaknya nafsu diri, susahnya istiqamah, kurangnya kesabaran.....sedangkan perjalanan masih panjang!

Dalam perjalanan yang panjang itu, jalannya berliku , banyak ujian dan mehnah kehidupan......perlu bekalan diri menelusuri kehidupan.  Apalagi... bekalan yang terbaik itu hanyalah taqwa di hati....takwa yang menjaga diri dari tergelincir dan terseleweng dari jalan  yang benar.

Taqwa yang dapat membetulkan matlamat diri dalam mencari arah kehidupan. 
Taqwa yang dapat menyelesaikan segala masalah diri. Taqwalah yang dapat membuka pintu-pintu rezeki, kerana Allahlah yang Maha Pemberi Rezeki kepada kita.  Taqwa inilah yang kita nak didik dalam hati kita sehingga ia menetap dalam jiwa dan istiqamah dalam tindakan...bukanlah dengan jalan mudah kita nak dapat takwa melainkan kita perlu menelurusuri jalan-jalan takwa.

Nak dapat sesuatu yang terbaik itu perlulah ada usha sebagaimana kita berusaha nak dapat keputusan terbaik dalam peperiksaan, pekerja terbaik dalam suatu organisasi, usahawan terbaik dalam kerjaya....semuanya perlu pada matlamat yang jelas, jalan yang jelas, disiplin diri yang tinggi,  kesabaran dan kecekalan diri yang tinggi...

Ada ke jalan mudah untuk ini.....jika kita inginkan yang mudah dan senang untuk dapatkan yang terbaik? Rasanya sukarlah..tiada shortcut untuk itu!! Sunnahnya begitu...jalan-jalan menuju Allah ini bukanlah dialasi dengan permaidani merah, ditaburi bunga-bungaan yang indah dan mewangi....
ia adalah satu mujahadah yang berpanjangan sehingga akhir kehidupan dunia yang singkat ini. Jika kita inginkan yang mudah dan senang, maka tiadalah kita dapat memetik buah-buah yang manis di akhir perjalanan kerana kita tidak akan sampai ke destinasi yang sebenarnya! Kita sudah ikut  jalan lain menuju destinasi yang lain!  

Apapun..tanyalah diri sendiri...akhirnya hidup ini aku nak kemana, untuk apa semua usahaku ini, bagaimana semua ini boleh dibawa sampai ke akhirat, jalan mana yang harus ku ikuti....

Tanyalah diri sebelum terlambat, masa tidak menunggu kita, hanya kematian itu yang akan pasti menjelma. Dikala itu penyesalan tidak berguna lagi!!

Segala yang benar itu sohehlah dari sisiNya, yang lemah, banyak silap dari diri ini, Mohon amapun dari Allah dan banyak-banyak maaf dari semua yang mengenali diri ini.

Wallahualam....
Wabillahi taufiq.   

Sunday, February 24, 2013

Apakah tuntutan iman terhadap Rasulullah saw..?



Bismillahirrahmaanirrahim..

Sebagai seorang yang mengaku Muslim, kita dituntut untuk beriman pada Allah dan Rasul. Ertinya kita perlu menterjemahkan tuntutan kalimah tiada tuhan yang disembah melainkan Allah SWT dan Muhammad itu benar-benar pesuruh Allah,  bukan hanya setakat kita ulang-ulangkan kalimah itu setiap hari tanpa ada penghayatan dalam hidup.

Kita hendaklah mendidik diri kita dengan tarbiyyah yang berterusan....pendidikan yang memfokuskan kepada pendidikan hati,  sehingga Islam itu jadi satu tabiat yang mendarah daging dalam diri.  Dalam masa yang sama kita perlu menanggalkan semua sifat jahiliyyah dalam diri, sehingga yang tinggal hanyalah Islam yang suci bersih. Setiap rasa, setiap getaran jiwa kita diproses dan dididik sehingga ia dapat berhubung dengan Allah, dengan Islam yang suci bersih. Cetusan rasa hati yang sebeginilah yang akan melahirkan tindakan yang bersih yang berhubung dengan Allah SWT. Diam kita , cakap kita semuanya tidak terpisah dari cetusan rasa hati yang berhubung dengan Allah SWT. 

Inilah hakikat tarbiyyah yang telah dijalankan oleh Rasulullah saw kepada umat yang terdahulu iaitu generasi Al-Quran yang pertama sehingga lahir dari mereka peribadi agung, akhlak mulia tiada tandingannya sepanjang zaman. Mereka  telah dididik dengan tarbiyyah iman, dibersihkan jiwa dari nifaq, ditanggalkan semua sifat-sifat jahiliyyah diri sehingga tiada lagi kepentingan diri dalam hidup, yang hanya ingin mereka capai adalah keredhaan Allah SWT semata-mata!! 

Berbeza dengan kita, kita tidak melalui proses tarbiyyah yang unik ini, kita hanya tahu serpih- serpihan islam yang tidak syumul, kefahaman kita tidak jelas dan bercampur aduk, kita hanya mengikut-ikut sahaja.....hasilnya realiti umat islam sekarang serba boleh dalam semua perkara tak kira haram atau halal! Sahsiah bercampur aduk...nak buat islam dalam masa sama mengambil nilai jahiliyyah. Sedangkan Islam itu sifatnya menyeluruh atau kulli....kita dituntut masuk kedalamnya secara kulli bukan serpih-serpihan!

Jadi sebenarnya bila kita mengaku beriman pada Rasul, kita dituntut supaya menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada arahan baginda iaitu mentaati segala apa yang disuruh dan meninggalkan segala apa yang dilarangnya dengan rasa redha dan senang hati. Apa yang Allah dan Rasul kata baik itulah yang terbaik bagi kita ikuti. Bukannya kita mengikuti hawa nafsu kita.  Inilah perkara basic atau asas untuk menjadi seorang Muslim yang paling minima. Buat segala yang wajib tinggalkan segala yang haram. Tapi realitinya,  dalam masyarakat atau mungkin diri kita  yang basic ni pun susah nak laksanakan!  Kita solat dalam masa yang sama kita ambil riba, menipu, mengambil hak orang.....jadi banyaknya campur aduk dalam diri. Maka tidak tuluslah keimanan kita tadi.

Untuk merealisasikan Islam dalam diri dan mengikuti segala arahan Allah dan Rasul ini perlu kepada tarbiyyah yang betul, mengikuti jalan atau kaedah yang betul, persediaan jiwa yang betul....dan dilaksanakan secara berterusan dalam diri dan bersama-sama jemaah. Hakikatnya tarbiyyah ini perlu dijalankan secara berterusan baik di masa senang mahupun di masa susah....kita nak hubungkan jiwa kita dengan Allah  dalam semua keadaan. Bukanya di masa kritikal kita nak lepaskan diri dari tarbiyyah...bila terasa panas lucutkan dari diri!! Disinilah teruji keikhlasan hati sebenarnya. Orang yang ikhlas ingin kembali kepada Allah tetap berpegang teguh padaNya walau dalam suasana gawat sekalipun!! 

Kenapakah perlunya sesorang itu mentaati Allah dan Rasul? Apakah manfaat yang kita dapat?
Sama-samalah kita renungi ayat  Al-Quran ini dalam Surah Ali Inran ayat 132-133 yang bermaksud...

"Hendaklah kamu mentaati Allah dan Rasul, mudah-mudahan kamu mendapat rahmat.  Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan kepada orang-orang yang bertakwa"

Perlu rasa dalam diri sebenarnya kita  manusia ini perlu kepada rahmat Allah SWT. Dan rahmat Allah ini hanya Allah beri kepada orang tertentu yang terpilih sahaja iaitu orang beriman yang mentaati Allah dan Rasul. Allah tidak beri rahmat pada semua orang,  hanya nikmatNya sahaja yang diberi kepada semua manusia...harta benda, udara, air, makanan dsbnya. Semua manusia dan makhluk hidup dalam nikmat Allah yang tidak terhingga banyaknya. Jika kita cuba menghitung-hitung nikmat Allah ini, tidak mampu kita laksanakan, masyaaAllah!

Jadi , rahmat Allah ini sangat kita dambakan...berupa kasih sayangNya, perlindunganNya, pengampunanNya pada kita dunia dan akhirat. Sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang ini menganugerahkan kita balasan yang sungguh hebat iaitu syurga,  diatas ketaatan kita, taubat kita, kerendahan dan penyerahan hati kita di hadapanNya. 

Ketaatan kepada Allah dan Rasul ini kebaikannya kembali pada kita bukan orang lain. Sebenarnya, kitalah yang memerlukan Allah dan Rasul dalam hidup ini untuk menunjukkkan kita jalan menuju kebahagiaan hidup yang abadi . Allah dan Rasul tidak memerlukan keimanan kita padaNya...jka kita tidak meyakini dan mentaati Allah dan Rasul, kitalah yang rugi.  Allah Maha Kaya dan tidak pernah memerlukan iman sesiapa atau apa saja.  

Ada beberapa tuntutan dalam kita mengaku beriman pada Rasul ini...
  • Perlunya kita didik hati kita sehingga kita redha dengan Rasulullah saw. Redha bukan hanya dari segi perkataan sahaja tapi dari segi tindakan seharian kita di setiap masa dan tempat kita usahakan untuk melaksanakan ajaran Rasul ini.
  • Perlu menghormati Rasulullah saw walaupun baginda telah wafat. Menghormati apa yang ditinggalkan oleh baginda berupa Islam dan sunnahnya. Tidak menghina atau mencacinya dan  merasa sensitif dengan perkara-perkara yang menyentuh tentang diri dan kemuliaaan baginda saw.  
  • Perlu mencontohi baginda dalam membentuk ummah atau generasi. Baginda telah berjaya mendidik dan melahirkan umat yang terbaik yang Allah iktiraf sebagai satu generasi Al-Quran yang unik yang menerima arahan baginda persis seorang komando perang menerima arahan ketua....sentiasa bersiap siaga dan bersedia untuk bertindak tanpa soal dan ragu-ragu!!
  • Perlu sentiasa terikat dengan Islam yang dibawa oleh baginda supaya kita dapat merasa nikmat Islam yang merupakan nikmat terbesar yang Allah kurniakan kepada kita. Nikmat terbesar bukan berupa harta kekayaan, pangkat dan seluruh isi dunia...tapi Islam yang merupakan rahmat bagi sekelian alam kerana dengan rahmat inilah manusia akan mendapat  kebahagiaan hakiki yang dicari-cari......
  • Perlu beribadah kepada Allah SWT sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw...mengikuti syariat Allah sebagaimana yang dibawa oleh baginda tanpa ada sedikitpun campur aduk. Mempelajari Islam dari sumbernya yang soheh iaitu  dari Al-Quran dan Sunnah Nabi serta sirahnya dan dihuraikan oleh ulama2 yang muktabar yang jelas kefahaman dan jhad mereka dalam Islam. Ini adalah kerana di zaman fitnah akhir zaman ini telah banyak campur aduk dan tidak jelasnya kefahaman sehingga melahirkan berbagai aliran....ditakuti ada  yang tersasar dari apa yang di bawa oleh Rasulullah saw.  Apa pun setiap kemusykilan perlu di rujuk terus pada Al Quran dan Sunnah Rasul....mudah-mudahan Allah memelihara diri kita dari campur aduk kefahaman ini.
Keimanan kita pada Rasul ini merupakan satu tuntutan wajib dari Allah sebagaimana firmanNya dalam surah Ali- Imran ayat 31 yang bermaksud...

"Katakanlah," Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.  Dan Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang."


Kasih Allah pada kita terletak sejauh mana kasih kita pada baginda Rasululullah saw.  Jadi kita kena bina kasih sayang kita pada baginda dengan lebih mengenali beliau, perjuangan dan pengorbanannya bermandikan air mata dan darah dalam menegakkan Islam. Betapa kasihnya baginda pada umatnya sehingga di saat kematiannya nama umatnya masih dibibir baginda yang mulia. Betapa kasihnya baginda pada umat sehingga doa mustajab seorang Rasul disimpannya di hari kiamat sebagai syafaatnya nanti...di mana di saat itu manusia sangat2 perlukan pertolongan dan syafaat menghadapi suasana yang getir.......

Jadi,  buktikanlah kasih kita pada baginda dengan  membenarkan segala apa yang disampaikan baginda , mentaati segala suruhannya dan bersegera melaksanakan semua itu dengan rasa redha, dan senang hati, menjauhi apa yang Rasul larang dan benci...

InsyaaAllah , mudah-mudahan Allah memberikan kita kekuatan jiwa untuk mentaati dan mengikuti segala saranan ini , memberikan kita taufiq dan hidayahNya supaya kita sentiasa berada di atas jalanNya yang lurus, menetapkan hati kita di atas jalan kebenaran itu. 

Amin Ya Rabbal Alamin
Wallahualam..

Rujukan 
Sumber Tarbawi.

Friday, February 22, 2013

Perbaiki diri dan menutup keaiban orang....



Bismillahirrahmaanirrahim....

Alhamdulillah setinggi-tinggi rasa syukur ku panjatkan kehadrat Allah SWT kerana dengan izinNya juga dapat ku teruskan coretan peringatan buat diri  ini setelah berhenti agak lama...satu perhentian untuk muhasabah diri sebenarnya. Aku tertangguh-tangguh dalam menuliskan coretan setiap kali ku ingin menulis...aduh betapa lemahnya diri ku ini!! 

Ku takuti sebenarnya banyaknya perkara yang telah ku coretkan itu....sebagai peringatan diri , banyaknya juga belum tertunai dalam mengamalkannya!! MasyaaAllah semoga Allah mengampunkan dosa-dosa ku yang banyak ini... pada setiap helaan nafas yang ku hela, pada setiap kerdipan mata yang melihat , pada setiap nikmat yang ku gunakan... setiap saat dan setiap ketika yang berlalu..!!

Bagaimana diri ini melalui hari hari yang berlalu...hanya dengan keizinan dan kudrat dari Allah SWT...mengumpul kekuatan untuk meneruskan sisa-sisa kehidupan yang berbaki...., kekadang terasa lemah dan sakitnya jiwa, lelahnya untuk mujahadah hati mengawal gelora diri! Betapa perlunya aku dengan kesabaran...kesabaran untuk memproses hati supaya setiap getaran dan rasa hati ini dapat dihubungkan  dengan Allah!

Bila sebahagian hari telah berlalu maka sebahagian diri kita telah pergi sebenarnya, Kita ini umpama  deretan manusia yang berbaris menunggu giliran satu demi satu....giliran menghadap Allah utuk dipersembahkan segala amalan kita. Akan dibongkarkan apa yang di rahsiakan di dalam dada, akan persaksikan semua amalan kita oleh segenap pancaindera yang mampu bersuara....tiada yang dapat membela kita kecuali amalan kita yang ikhlas yang pernah kita lakukan di dunia...!!

Disaat itu  nanti,  tiada pembela diri, tiada pertolongan melainkan....apa yang telah kita kumpulkan semasa hayat kita.  Ku teringat dalam satu ceramah yang telah ku dengari baru-baru ini tentang beberapa syafaat yang akan membantu kita bila di akhirat sana....di antaranya amalan taubat kita, bacaan dan tadabbur Quran kita dan selawat kita pada Nabi saw.

Betapa pentingnya kita perlu sentiasa melakukan amalan taubat kita supaya kita mendapat syafaat Nabi dan syafaat Quran. Taubat kita semestinya mendahului segala amalan kita, walaupun kita banyak berselawat dan banyak membaca Quran dan beramal.  Ini adalah kerana kita manusia ini sentiasa berbuat dosa samada kita sedar atau tidak. Setiap diri kita ini adalah pendosa....tiada seorang dari kita kecuali Nabi dan Rasul , yang bebas dari berbuat dosa samada dosa kecil ataupun besar, sama ada dosa yang dilihat oleh manusia atau yang tersembunyi. Hanya Allah yang Maha Mengetahui akan hakikat diri kita...tiada apa yang dapat kita sembunyikan!!

 Mungkin kita boleh sembunyi aib kita dari manusia....tapi kita tidak boleh sembunyikan apa-apa pun dari Allah. Jadi sewajarlah kita sebenarnya, perlu ada rasa  malu dengan Allah akan apa yang kita sembunyikan dari orang lain...kotornya hati kita, banyaknya hasad dalam dada, buruk sangka kita dengan manusia dan dengan Allah, sukanya kita  pada apa yang Allah benci....dan macam-macam lagi kotoran hati. Kalaulah kekotoran hati itu dapat dihidu dengan mengeluarkan bau busuk seperti busuknya kotoran sampah, maka tiada orang yang sudi berkawan dengan kita! Kadang-kadang kita di pandang baik oleh manusia bukanlah kerana kita ini benar-benar baik, tapi sebenarnya Allah menutup keaiban kita dari orang lain.

Justru itu, sebagaimana Allah telah menutup keaiban kita dari orang lain, maka kita juga perlu menutup keaiban orang lain yang kita ketahui untuk menjaga maruah diri mereka. Janganlah kita suka menghebah-hebahkan keaiban orang kerana setiap perkataan itu adalah dosa yang dikutip sepanjang perjalanan kehidupan ini. Apakah kita nak timbunkan lagi dosa-dosa kita yang memang sudah sedia banyak ini? Nauzubillah...setiap patah perkataan yang diucapkan untuk menghebahkan aib orang , mendekatkan diri kita ke neraka!! Ia mengundang kemurkaan Allah SWT. Apakah itu yang kita mahu?

Apabila kita menutup satu keaiban saudara kita didunia, maka Allah akan tutup satu keaiban kita di hari akhirat! Seharusnyalah kita banyak introspeksi diri, sibuk melihat keaiban diri sendiri dari sibuk melihat dan menceritakan keaiban orang lain. Apakah kita sanggup memakan daging saudara kita sendiri tanpa ada sedikit pun rasa ihsan?  Hanya manusia yang tidak punya hati dan perasaan sanggup berbuat sedemikian. 

 Bila hilang rasa kemanusiaan, jadilah seperti apa yang berlaku di Syria, Myanmar sekarang...tanpa ada rasa kemanusiaan sanggup buat apa saja kerana benci dan dendam  tidak mengira pada kanak-kanak, orang tua dan wanita yang tidak berdosa! Ada yang disembelih hidup-hidup, dikelar, dibakar hidup-hidup..bermacam-macam lagi penyiksaaan yang dibuat di luar batas kemanusiaan.  

 Apa pun,  yang penting bagi kita manusia ini sentiasa perbaiki hati kita, bersihkan hati kita, perbaiki hubungan kita dengan Allah... itulah tugas kita yang utama. Apabila kita perbaiki hubungan kita dengan Allah, maka Allah akan perbaiki hubungan kita dengan manusia. Kita menjalin tali silaturrahim dengan manusia lain hanya semata-mata hanya mengharapkan keredaan Allah. Itu saja. Noktah. Tiada sebab lain untuk kepentingan diri, untuk balas budi dan sebagainya.   

Bagaimanakah sebenarnya nak perbaiki hubungan dengan Allah? Langkah pertama terlebih dulu, banyaklah  memohon ampun atas segala kesalahan kita pada Allah dan pada manusia . Dan  taubat 
yang dibuat  itu adalah taubat yang sebenarnya, rasa menyesal dan tidak mengulanginya lagi. Jika ia benar benar dilaksanakan,   maka Allah yang bersifat Maha Pengampun , akan mengampunkan segala dosa kita. Itulah harapan  kita, manusia pendosa ini.......ya Allah,  kami banyak menzalimi diri kami sendiri,  maka ampunilah kami, ampunilah!

Memang dirasakan untuk kembali semula pada Allah perlu pada mujahadah diri, melawan hawa nafsu yang sentiasa mengajak pada yang batil. Ini memerlukan  kesabaran yang tinggi untuk tetap diatas yang hak. Adakalanya letih dan lelah juga datang menerpa, maka bercucuranlah air mata menahan diri....sebenarnya kekuatan itu hanya dari Allah juga! Bersabarlah wahai hati...mujahadah itu pahit kerana syurga itu manis! Wahai Tuhan yang membolak balikkan hati, maka tetapkanlah hati kami diatas jalanMu yang benar.  

Akhirkata, sama-sama kita renungi pesan Saidina Umar kepada kita, untuk dapatkan mutiara hikmah dalam diri, insyaaAllah.

  • Siapa yang meninggalkan cakap yang berlebihan, dianugerahi kepadanya kebijaksanaan.
  • Siapa yang meninggalkan pandangan yang berlebihan dianugerahi kepadanya kekhusyukan hati.
  • Siapa yang meninggalkan ketawa yang berlebihan, dianugerahi kepadanya kehebatan dalam dirinya.
  • Siapa yang meninggalkan makan yang berlebihan, dianugerahi kepadanya kelazatan beribadah.
  • Siapa yang meninggalkan gurauan, dianugerahi kepadanya keindahan budi bahasanya.
  • Siapa yang meninggalkan cinta kepada dunia, dianugerahi kepadanya cinta kepada akhirat.
  • Siapa yang meninggalkan kesibukan menghitung aib orang lain, dianugerahi kepadanya kesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri.
  • Siapa yang meninggalkan menyelidiki tentang bagaimana keadaan Allah SWT, maka dia akan dianugerahi keselamatan dari iktiqad orang munafik.
Mudah-mudahan peringatan  ini berguna buat diri dan sama-sama dikongsikan dengan pembaca yang lain insyaaAllah. Segala yang benar itu dari Allah tapi yang banyak silap itu dari diri sendiri. Mohon ampun dari Allah atas segala dosa dan ribuan kemaafan dari yang mengenali diri ini......jika pernah menyinggung perasaan dan hati kecilmu.   

Thursday, January 24, 2013

Salam Maulidur Rasul...



Bismillairrahmaanirrahim.........

Hari ini yang bertarikh 12 Rabiul Awwal merupakan hari kelahiran Junjungan besar Nabi kita , Nabi Muhammad saw...satu tarikh yang sering disambut dan dijadikan cuti awam, sebagai memperingati hari kelahiran baginda saw...
Satu tarikh yang diadakan sambutan maulidurrasul, diadakan perarakan, di buat ceramah maulud Nabi di sana sini, bermacam-macam program yang dibuat, alhamdulillah ........tapi adakah cukup setakat ini?  Selepas maulud Nabi ini bagaimana pula....?

Sebenarnya memperingati Nabi ini bukanlah satu acara bermusim!! Rasulullah saw perlu sentiasa berada dekat di hati kita...sebagaimana dekatnya Allah dijiwa kita, begitu jugalah dekatnya baginda di hati kita. Keterdekatan jiwa kita pada Allah dan Rasul ini merupakan satu keperluan, satu kewajipan, satu kemestian...pada setiap masa dan ketika.....!! 

Rasulullah merupakan pemimpin agung yang mampu membawa kita kearah kejayaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dengan mengikuti risalah yang dibawa oleh baginda, maka 
kita akan dapat melalui liku-liku kehidupan yang penuh dengan ujian ini, kita akan nampak jalan yang lurus yang terbentang di depan mata kita, kita tidak meraba-raba dalam kegelapan dan kesesatan yang menakutkan.......

Sebenarnya Bagindalah sepatutnya dijadikan contoh utama dalam hidup  kita dari segi semua aspek ....dari perkara yang sekecil-kecil hinggalah perkara yang sebesar-besarnya...
Pada diri Rasul itu terdapat contoh tauladan yang termulia dan terbaik untuk kita ikuti. Beliaulah contoh tauladan dan rujukan utama kita,  bukannya pemain bolasepak, bukannya artis, bukannya penyanyi, bukannya pemimpin politik....... Mereka semua itu tidak layak dijadikan contoh untuk diikuti...kerana nilaian yang diambil dalam hidup bukannya nilaian Allah tapi nilaian nafsu dan dunia belaka!! 

Sama-samalah kita renungi, hayati dan ikuti contoh akhlak baginda yang terpuji, perjuangan beliau menegakkkan Islam dalam masyarakat Jahiliyyah yang bermandikan air mata, keringat dan darah, kasih sayang beliau pada ummatnya sehingga ke hembusan nafasnya yang terakhir.....

Kasihnya beliau pada kita sepanjang zaman...... maka sejauhmana kasih kita pada baginda pula?? Sejauhmana kita telah mengikuti sunnah Rasul dalam hidup ini.....sejauh mana kita telah mengenali beliau? Mungkin ada diantara kita yang lebih kenal  Barack Obama , lebih kenal penyanyi Justin Bieber, lebih kenal Queen Elizabeth dari mengenali Rasulullah saw......

Jadi perlu kita mengorak langkah sekarang untuk lebih mengenali beliau...kerana tidak kenal maka tidak cinta.  Apabila kita kenal Rasulullah.....dialah yang selayaknya lebih kita cintai  dari diri kita keluarga kita, siapa saja  selepas mencintai Allah SWT.

Hakikatnya tidak sempurna iman kita selagi Allah dan Rasul tidak kita cintai dari lebih segalanya......


Dibawah ini ku ambil satu petikan dari blog myibrah.blogspot untuk tatapan semua pembaca blog, mudah-mudahan bermanfaat dan  dapat menyentuh jiwa kita tentang diri Rasulullah yang merupakan kekasih Allah....

Rasulullah s.a.w. itu adalah manusia yang amat toleran, amat berani, amat adil dan amat bersopan-santun sekali. Tangannya tidak pernah sama sekali menyentuh tangan wanita ajnabiah (asing) yang bukan miliknya sebagai hamba sahaya atau yang mempunyai hubungan pernikahan dengannya ataupun yang bukan mahramnya.

Baginda amat murah hati orangnya. Tidak pernah Baginda tidur selagi ada dalam tangan Baginda sedinar ataupun sedirham. Bila ada kelebihan wang dalam tangannya dan tiada pula sesiapa yang hendak diberikannya sehingga malam tiba, maka Baginda tidak akan kembali ke rumahnya, melainkan sesudah Baginda menemui orang yang berhajat untuk diberikan wang yang lebih itu kepada orang tersebut.

Baginda tiada mengambil rezeki yang dikurniakan oleh Allah Ta’ala lebih dari keperluan makan-minum untuk setahun saja. Selebih dari rezeki-rezeki itu Baginda letakkan untuk fisabilillah. Tidak pernah dimintai sesuatu darinya, melainkan Baginda memberinya.

Apabila habis, Baginda akan mengambil pula dari simpanan makanan keluarganya sendiri lalu memberikan kepada orang yang berhajat, sehingga seringkali belum sempat selesai akhir tahun, makanan itu akan kehabisan, lalu Baginda terpaksa meminjam pula dari orang lain untuk mencukupi keperluannya sendiri.

Bagindalah sendiri yang menjahit kasutnya bila putus dan menampal bajunya bila koyak. Baginda suka membantu ahli rumah dalam pekerjaan rumahtangganya.

Baginda amat pemalu orangnya tidak pernah menatap wajah orang lama-lama. Baginda menyahut undangan orang yang merdeka dan hamba sahaya. Baginda menerima hadiah tidak kira pun apa pun, walaupun hanya seteguk air susu, dan sering membalas hadiah itu dan memakannya. Tetapi baginda tidak memakannya dari pemberian sedekah. Baginda tidak pernah merasa dirinya rendah bila memenuhi keperluan hamba sahaya wanita ataupun seorang miskin.

Baginda amat marah sekali jika hak Allah dicabul, tetapi tidak marah pula, jika haknya sendiri dilanggar.

Pada suatu hari, seorang sahabatnya terbunuh di kawasan perkampungan Yahudi, Baginda tidak membalas dendam terhadap kaum Yahudi, tetapi Baginda menghukum menurut yang hak; iaitu mendenda mereka membayar fidyah sebanyak 100 ekor unta betina tidak lebih dari itu. Padahal para sahabat ketika itu, sangat berhajat kepada tambahan sekalipun seekor lagi untuk dijadikan makanan bagi menguatkan diri mereka.

Baginda sentiasa mengikat batu di perutnya untuk menahan lapar. Bila makan tidak pernah cerewet, tetapi makan apa yang disediakan saja dan tidak pernah menolak.

Kiranya makanan yang dihidangkan itu hanya buah tamar tanpa roti, baginda makan juga. Kiranya yang dihidangkan itu daging panggang, makan juga. Ataupun jika roti gandum atau roti syair, makan juga. Ataupun manisan saja atau madu, makan juga. Ataupun susu semata-mata tanpa roti, minum juga. Jika diberikan semangka ataupun kurma mengkal, makan juga.

Tidak pernah bersandar di waktu makan ataupun memasang meja untuk meletakkan makanan. Tidak pernah kenyang dari roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sehingga wafat menemui Allah Ta’ala. Ini semuanya dilakukan semata-mata kerana mementingkan diri orang lain dari diri sendiri bukan kerana fakir atau kikir.

Adapun peribadi Rasulullah s.a.w. itu seorang yang amat tawadhu’ (merendah diri) amat pendiam bukan sombong, amat fasih dalam tutur kata tanpa banyak bicara,  amat sempurna dan elok paras rupanya. Tidak pernah menganggap penting sesuatu pun dari urusan keduniaan.

Cincinnya terbuat dari perak, yang dipakainya di jari kelingking kanan dan kiri. Baginda mengenderai keledai dan membenarkan di belakang keledai itu dibuncingi oleh hamba sahayanya ataupun orang lain.

Selalu melawat pesakit-pesakit meskipun rumahnya jauh dipinggir kota, suka kepada yang baik, sering duduk bersama-sama fakir-miskin, memberi makan kepada orang miskin. Baginda menghormati orang-orang yang terutama, sentiasa memuliakan orang-orang yang dimuliakan dengan berbakti kepada mereka.

Baginda Rasulullah s.a.w. sentiasa berhubung dengan kaum kerabatnya, tidak pernah mengecewakan sesiapapun, selalu menerima alasan orang yang memberikan keuzuran, suka bergurau-senda, tetapi tidak berkata melainkan yang hak saja, tertawanya setakat senyum saja tanpa mengilai.

Baginda tidak pernah mengingkari permainan-permainan yang mubah (harus) yang dibolehkan oleh agama, pernah berlumba lari dengan isterinya. Ada kalanya setengah-setengah orang tidak bertimbang rasa mengangkat suara di hadapan Baginda, tetapi Baginda tetap bersabar saja.

Tidak pernah makanan atau pakaian Baginda lebih baik dari makanan dan pakaian hamba sahayanya. Tidak pernah berlalu suatu masa pun tanpa membuat sesuatu pekerjaan yang diredhai Allah, ataupun pekerjaan lain yang perlu untuk membetulkan diri sendiri.

Baginda selalu bersiar-siar di kebun-kebun sahabat-sahabatnya. Tidak pernah menghina-hinakan orang miskin kerana kemiskinannya. Tidak gentar kepada raja kerana kekuasaan atau kerajaannya. Baginda menyeru yang rendah dan yang tinggi kepada Allah Ta’ala dengan seruan yang sama.

Allah Ta’ala telah melengkapkan peribadi Rasulullah s.a.w. dengan akhlaq yang tinggi dan siasah yang sempurna, padahal Baginda itu seorang yang ummi, tidak pandai membaca atau menulis. Baginda dibesarkan di negeri yang masih dibelenggu oleh kejahilan dan dikelilingi oleh padang pasir, hidup dalam keadaan miskin dan sebagai penggembala kambing, seorang anak yatim tiada berayah dan tiada beribu. Tetapi Allah Ta’ala telah mendidik baginda dengan sifat budi pekerti yang luhur dan perjalanan yang terpuji.

Begitulah, sebenar akhlaq Rasulullah adalah Al-Quran...semua yang temaktub dalam Al-Quran di praktikkan oleh baginda...Rasulullah dididik oleh Allah SWT dengan akhlak terpuji supaya kita mengikutinya...sebagai bukti kecintaan kita kepada Allah SWT.  

Tidak sah kecintaan kita pada Allah jika kita tidak mencintai Rasulullah....
Maka sebenar high time bagi kita mendalami akhlaq Rasulullah bukan setakat kita kagumi saja...tapi kita cuba hayati dalam diri dan keluarga kita. Bila kita benar-benar mengenali Rasulullah, insyaaAllah  kita  akan mencintai beliau......

Ya Allah...... campakkan dalam hati ini rasa cinta padaMu, cinta pada RasulMu, cinta kepada orang yang mencintaiMu...!! Amin Ya Rabbal Alamin...





Bismillahirrahmaanirrahim 30 MENU LAZAT SEPANJANG RAMADHAN Jom Prepare! 1. Tilawah al Quran sejuzuk sehari paling kurang....