MENUJU MARDHOTILLAH

Belajar merupakan satu jihad di jalan Allah. Mengajar merupakan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah! ..Jadi belajar dan mengajarlah dengan penuh keikhlasan padaNYA.

Tuesday, August 16, 2011

Tazkirah Ramadhan...Beriman kepada Allah yang Maha Mengawasi Lagi Maha Dekat.



Bismillahirrahmanirrahim.........

Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Dekat dengan hamba-hambaNya dan Dia meliputi semuanya. Tiada suatu apa pun yang tersembunyi daripadaNya, baik  di dasar laut mahupun di atas puncak gunung. Semua yang tersembunyi adalah nyata bagiNya dan yang ghaib adalah nampak disisiNya.

Sebagai seorang Muslim, pentingnya kita beriman dengan sifat Allah Yang Maha Dekat dan Maha Mengawasi ini. Apabila hati merasai betapa dekatnya Allah pada kita dengan keyakinan yang mantap , kita akan benar-benar merasakan pengawasan Allah yang terus menerus pada kita. Ini akan mendorong sesaorang hamba itu bersifat malu, tetap istiqamah pada perintahNya dan mencari kebenaran dalam segenap urusannya.  Dia juga akan merasa aman dan tenang kerana merasai keterdekatan Allah SWT dengannya.  Firman Allah  begitu dirasai dalam jiwanya yang mengubati kesedihannya...........

"  Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (surah At-Taubah: 40)

Disamping itu, dia juga tidak takut bersendirian; malah dia menjadikan Allah teman dekatnya, menuangkan kerinduan kepadaNya dan meminta semua keperluan padaNya. Ini akan menguatkan lagi hubungan antara hamba dengan Khaliqnya berasa dekat denganNya sehingga ke tahap ihsan iaitu menyembah dan berkomunikasi dengan Allah SWT seolah-olah dia melihat Allah SWT!

Jadi, bagaimanakah caranya kita seharusnya beriman dengan sifat Allah yang Maha Mengawasi, Maha Melihat dan Maha Dekat dengan kita? 

Didalam Al Quran banyak menerangkan tentang hakikat sifat Allah yang perlu kita imani ini. Kita perlu membaca Al-Quran, merenung-renungkannya  iaitu tentang hakikat dan pengertian  keterdekatan Allah pada hambanya........
  1. Allah itu sangat dekat dengan semua hambaNya
" Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya." (Surah Qaf : 16)

Allah sangat dekat pada manusia melebihi kedekatan urat leher manusia dan Dia mendengar segala doa dan seruan manusia walaupun berupa bisikan hati atau dalam bentuk rahsia sekalipun.

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahawasenya Aku mengabulkan permohonan orang yang bermohon kepadaKu.  Maka laksanakanlah perintahKu dan beriman kepadaKu." (Surah Al-Baqarah :186)

Bila jiwa merasai hakikat ini....maka hati dapat diluruskan dan semua  anggota akan mengikuti kata hati dari segi amalan dan perbuatannya.

2.  Allah SWT meliputi semua ciptaanNya dan KebersamaanNya dengan hamba-hambaNya

Keakraban dan kedekatan Allah ini dengan semua ciptaanNya  dijelaskan dalam firmanNya dalam surah Al- Mujadilah : 7 yang bermaksud....

" Tiada perbicaraan rahsia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (perbicaraan antara ) lima orang melainkan Dialah yang keenamNya. Dan tidak (pula) perbicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada.  Kemudian Dia memberitahu kepada mereka dihari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu."   

3.  Allah sentiasa Mengawasi semua makhluk ciptaanNya

Renungilah firman Allah dalam surah An-Nisa' : 1 yang bermaksud......


" Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

Allah SWT juga Maha menyaksikan segala perbuatan yang kita perbuat seperti dalam firmanNya dalam surah Yunus : 61....

"  Kamu tidak berada dalam satu keadaan dan tidak membaca suatu ayat Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya."  

Jadi tidak mungkin bagi makhluk Allah SWT itu bersembunyi di tempat yang tidak dilihat oleh Allah SWT sebagaimana yang disebut dalam firmanNya dalam surah Luqman :61 yang bermaksud....


"Luqman berkata," Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau dibumi, nescaya Allah akan mendatangkannya (membalasinnya).  Sesungguhnya Allah Maha Halus Lagi Maha  Mengetahui."

Sesungguhnya Allah SWT Maha Melihat akan kita, ketika kita ketawa, menangis, makan atau minum , solat apa saja yang kita perbuat sama perbuatan baik ataupun  mungkar .  Ini dinyatakan dalam firmanNya dalam surah As-Syuara' : 217-219 yang bermaksud...

" Dan bertawakkallah kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu (berdiri) solat.  Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud."

4.  Allah mengetahui sesuatu yang Ghaib dan yang Nyata  

Tiada apapun yang tersembunyi dari sisiNya sebagaimana yang difirmankanNya dalam surah Al-Anam : 59 yang bermaksud...


"Di sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib, tiada yang megetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan dilautan, dan tiada sehelai daun yang gugur melainkan Dia mengetahunnya, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalm kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

 Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam jiwa seperti dalam  firmanNya surah Ghafir: 19 yang bermaksud...

"  Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."

Segala rahsia yang kita sembunyikan dalam jiwa tampak nyata bagi Allah SWT, maka mustahil kita mampu menyembunyikan apa-apa dariNya sperti dalam firmanNya dalam surah  Al-Mulk : 13 yang bermaksud...

" Dan rahsiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhNya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. " 

5. Allah itu Maha Mendengar

Pendengaran Allah meliputi seluruh suara, bahasa yang bermacam-macam dan keperluan yang pelbagai. 
Tiada yang berbeza atau samar bagi Allah SWT. Bahkan Allah Maha mendengar pada semua tahap kebisingan dengan bahasa yang berbeza, semua itu tidak menghalang pendengaranNya. Dia tidak mencampuradukkan tuntutan dengan banyaknya masalah, tidak bosan dengan kerumitan yang datang silih berganti yang dilakukan oleh sesiapa yang mempunyai keperluan.

Perhatikan dan renungilah firman Allah ini dalam surah Az-Zukhruf :80 yang bermaksud...

" Apakah mereka menyangka bahawa Kami tidak mendengar rahsia dan bisikan-bisikan mereka?  Sebenarnya (Kami Mendengar) , dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) kami sentiasa mencatat disisi mereka."

6.  Penghisaban Allah SWT terhadap amalan-amalan hamba-hambaNya

Walaupun ilmu dan pengawasan  Allah meliputi segalanya, namun Allah tetap akan menghisab amalan manusia sebagaimana yang difirmankanNya dalam surah l-Mujadilah: 6 yang bermaksud....

" Allah mengumpulkan (mencatat) amalan perbuatan itu padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan Segala sesuatu."

Allah menghisab amalan dan memberikan balasan yang sesuai dengan amal masing-masing. Kebaikan  akan dibalas kebaikan manakala kejahatan dibalas siksaan dan azab yang pedih, atau Dia memaafkan sesiapa yang dikehendakiNya  didunia dan diakhirat. 

7.  Keterdekatan dan kebersamaan Allah dalam pelaksanaan amalan yang dilakukan oleh manusia.

Dalam apa sahaja yang diperbuat, sesungguhnya Allah tidak pernah meninggalkan manusia. Banyak contoh-contoh dalam Al-quran menceritakan tentang hal ini seperti kisah Nabi Zakaria yang mengadu pada Allah tentang masalah dirinya yang sudah tua, mempunyai isteri yang mandul dan  yang tidak punya waris (Surah Maryam :3-6).  Allah SWT mendengar dan kemudian menjawab doa nabi Zakaria pada ayat yang berikutnya.(Surah Maryam : 7)  

Begitu juga dengan kisah Fira'un dengan rancangan jahatnya pada Nabi Musa, Allah mengetahuinya dan memberitaunya pada Nabi Musa supaya keluar dari negara Mesir untuk menyelamatkan diri dari Firaun
 ( Surah Ad-Dukhan : 23-24) 
Allah juga menceritakan tentang keadaan orang Munafik pada Rasulullah saw (Surah Ali Imran ayat 154) dan juga keadaan para isteri baginda (Surah At-Tahrim : 3)

Banyak lagi contoh-contoh dalam Al-Quran yang menunjukkkan ilmu Allah meliputi segala sesuatu
sama ada zahir atau batin, tersembunyi atau nyata......manusia tidak boleh lari dari 'pandangan mata' Allah SWT walau dalam apa juga keadaan ,  masa  dan tempat. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui segala-galanya, Maha Dekat dan Maha Mengawasi setiap apa yang dilakukan oleh manusia. 

Keimanan kita pada sifat Allah ini membuatkan kita sentiasa waspada diri bahawa kita tidak dapat lari daripadaNya, kita rasa  sentiasa  di awasi, takut berbuat dosa dan selalu ingin perbaiki diri.  Apabila kita merenung-renungkan selalu ayat -ayat Quran tentang hakikat ini, mudah-mudahan dengan izin Allah,  maka keimanan berdasarkan sifat Allah ini benar-benar tertanam dalam hati, menambahkan lagi keimanan dan merasakan pengawasan Allah pada diri.

Keimanan sebeginilah sebenarnya kita hajati yang dapat mengawal kita dari tergelincir dari landasan yang lurus. Iman sebegini perlulah melalui proses yang istiqamah dalam hidup di mana pada setiap aspek kehidupan kita kita sentiasa merasakan kehadiran Allah SWT. Kita perlu bermujahadah melawan hawa nafsu kita selalu,  dalam rangka nak bina hubungan yang erat dengan Allah. Tanpa mujadah annafs sebenarnya sukar kita nak ketepikan kepentingan diri dan nafsu dan ambil nilai Allah dalam kehidupan.

Tanpa melalui proses tarbiyah diri, maka apa yang kita hajati sebenarnya umpama mengejar fatamorgana di padang pasir ; dari jauh nampak seperti air namun bila dihampiri hampa belaka! 

Rujukan 
Peranan dan Kekuatan Al-Quran dalam memantapkan keimanan.
Dr. Majdi Al-Hilali

3 comments:

  1. Asm
    Dengan kita memahami isi kandongan di atas..yakinlah kita bahawa kita tak ada pilihan lagi dari wajib kembali kepada Allah secara total sekiranya kita ingin kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mulalah dari sekarang..lebih-lebih lagi di bulan Ramadhan Al Mubarak...

    ReplyDelete
  2. salam alaik....
    terima kasih atas peringatan yang dihulur...sebenarnya ia amat terkesan di hati saat ini..(u'r daughter)

    ReplyDelete
  3. InsyaAllah anakku sayang, ..sama-samalah kita ingat memperingati dalam rangka meningkatkan hubungan dengan Allah

    ReplyDelete

Peringatan....

Jika engkau mahukan teman...
Cukuplah Allah sebagai teman.
Jika engkau mahukan musuh..
Cukuplah nafsu sebagai seteru..
Jika engkau inginkan hiburan..
Cukuplah Al-Quran sebagai hiburan..
Jika kamu inginkan nasihat..
Cukuplah mati sebagai penasihat.

Link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Surah Al Isra' : 72

"Barangsiapa yang buta(hati) di dunia ini, maka dia juga akan buta di akhirat kelak dan lebih sesat jalannya."

Kehadiranku di website ini.......

Daisypath - Personal pictureKehadiranku di sini....

visitor's map....