MENUJU MARDHOTILLAH

Belajar merupakan satu jihad di jalan Allah. Mengajar merupakan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah! ..Jadi belajar dan mengajarlah dengan penuh keikhlasan padaNYA.

Tuesday, January 11, 2011

Tanda-tanda lemahnya iman dan hubungannya dengan Allah.

Bismillahirrahmanirrrahim...

Tabiat iman dan hubungan dengan Allah SWT kadang-kadang kuat dan kadang-kadang lemah. Sebagai Muslim perlunya kita memahami tanda lemahnya iman dan hubungan dengan Allah SWT ini . Dengan ini kita dapat menyemak diri kita dan beramal dengan sesuatu yang berlawanan dengan tanda kelemahan iman ini agar iman di jiwa dapat terus terpelihara, InsyaAllah. Di antara tanda-tandanya adalah.....
  • Melakukan kederhakaan dan amalan dosa
Didalam melakukan amalan kederhakaan ini, ada yang membuatnya secara terus menerus dan ada yang melakukan berbagai-bagai amalan kederhakaan. Jika terus menerus melakukan dosa, ia akan jadi kebiasaan yang sukar ditinggalkan, hati jadi keras dan seterusnya merasai kesan buruk dari dosa ini. Akhirnya dia akan sanggup buat dosa secara terang-terangan sehingga dia termasuk di dalam golongan orang yang tidak mendapat perlindungan dari Allah SWT.
  • Merasakan adanya kekerasan dan kekakuan di hati
Perasaan hati yang keras dan kaku ini ini umpama batu yang keras yang hampir mustahil boleh diusik dan dipengaruhi oleh sesuatu apa pun. In berlaku kerana ia lupa (untuk berzikir) pada Allah SWT. Hati yang keras ini tidak mampu dipengaruhi nasihat ataupun kematian. Bila melihat orang yang mati terbujur kaku, mengiringi jenazah ke kuburan dan mengangkatnya masuk ke liang kubur, senario ini sedikit pun tidak menyentuh hati dan menginsafkan dirinya. Seolah-olah tiada apa-apa yang berlaku, biasa saja..... Firman Allah dalam surah Al-Baqarah:74 yang bermaksud....
    " Kemudian setelah itu, hatimu menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi..."
Mohonlah perlindungan dari Allah dari hati yang kaku keras ini.....
  • Tidak tekun dan hilang khusyuk dalam beribadah
Semasa solat, membaca Al-Quran, berzikir, berdoa selalu hilang tumpuan diri. Ia tidak menyemak dan memikirkan makna-makna doa dan ayat-ayat Al- Quran yang baca. Membacanya dan melakukannya sebagai rutin harian yang membosankan. Tidak ada rasa nikmat melaksanakan ibadah. Padahal Allah tidakk menerima doa dan ibadah yang dibuat ala kadar dan tidak bersungguh.  Renungilah hadith dari riwayat Tarmizi ini yang bermaksud.....  
   " Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai  dan main-main."
  • Malas melakukan amal taat dan meremehkan ibadah.
 Orang yang lemah imannya, melakukan ibadah ini sekadar aktiviti fizikal yang hatinya kosong tanpa roh ibadah itu sendiri. Inilah sifat orang munafik dalam firman Allah dalam surah An-Nisa: 142 yang bermaksud.....
  " Dan apabila mereka berdiri untuk solah, mereka berdiri dengan malas."
Orang yang lemah imannya  selalu meremehkan dan tidak memperhatikan ibadahnya. Termasuk dalam meremehkan ibadah ini bila tidak peduli tanda-tanda kebaikan dan masa yang tepat dalam melakukan ibadah. Contohnya  sengaja melewatkan dan selalu qada solat, menunda-nunda pelaksanaan haji sedangkan sudah ada kemampuan, mundur dari medan peperangan, hanya duduk di rumah dan suka menangguh-nangguhkan untuk ikut solat berjamaah.....  Orang sebegini perasaannya tidak tersentuh bila ia tertidur sehingga meninggalkan solat. Begitu juga dalam melakukan solat sunat rawatib dan zikir wirid.  Dia malas dan tidak berusaha memperbaiki dirinya untuk meningkatkan amal ibadahnya. 
Gambaran ini bertentangan dengan orang-orang yang Allah gambarkan dalam firmanNya surah Al-Anbiya: 90 yang bermaksud....
   " Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam(mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
  •   Dadanya sesak dan terbelenggu
Orang yang lemah imannya akan merasakan seolah-olah wujud beban yang berat menghimpit dirinya. Ia cepat resah dan gelisah kerana suatu masalah yang remeh dan hatinya jauh dari rasa lapang. Ini berlaku kerana ia menuruti hawa nafsunya dan tidak menguatkan keazamannya untuk bersabar. Renungilah Hadith Rasul yang mensifati iman sebagai berikut.....
  " Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
  • Hatinya tidak tersentuh dengan ayat-ayat Al-Quran
Hati yang lemah iman tidak akan tersentuh dengan janji, ancaman, perintah, kisah kiamat dan lain-lain lagi di dalam Al-Quran. Ia akan jadi bosan dan malas untuk mendengar dan membaca ayat-ayat Al-Quran. Ia tidak berusaha supaya dirinya berhubung secara terus dengan Al-Quran. Sekiranya ia membuka dan membaca Al-Quran pun, isi kandungannya tidak diberi perhatian.
  • Lalai dari mengingati Allah dalam berzikir dan berdoa.
Berzikir satu pekerjaan yang berat dan susah baginya. Jika ia mengangkat tangan untuk berdoa , secepat itu juga dia menelangkupkan tangan dan menamatkan doanya. Allah SWT menyifatkan sebagai orang munafik dalam surah An-Nisa: 142 yang bermaksud....
 " Dan mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali."
  • Tidak tergugah dengan tanggungjawab untuk beramal demi kepentingan Islam.
Orang yang lemah iman tidak berusaha untuk menolong menyebarkan Islam dan menolongnya. Ini berbeza dari keadaan sahabat Rasulullah saw. Seorang sahabat yang baru memeluk Islam iaitu Ibnu Amar r.a terus berganjak melakukan dakwah kepada kaumnya. Namun majoriti umat Islam dizaman ini suka duduk diam dirumah, bersenang-lenang dengan keluarga, bersantai-santai dihujung minggu, shopping, melancung dan sebagainya......tidak memilik tanggungjawab untuk melakukan dakwah meskipun telah sekian lama menjadi Muslim. Sedangkan menyebarkan dakwah Islam zaman di mana Islam adalah ghurbah (asing) ini bukan lagi merupakan fardhu kifayah....
 Renungi pesan Rasulullah  saw ini," Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat...."  

Jadi sama-samalah kita bertindak dan bersikaplah dengan perkara-perkara yang berlawanan dengan tanda-tanda kelemahan iman tadi.... Membiarkan diri dalam kelemahan merupakan satu dosa dan mengundang musibah pada diri. Maka selalulah berusaha memperbaiki diri, bermujahadah melawan hawa nafsu dalam meningkatkan iman dijiwa dan mempertingkatkan amal islami kita. Semua yang kita lakukan ini adalh untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain.....Selalul memohon kekuatan dari Allah untuk terus istiqamah di atas jalanNya!

1 comment:

  1. asm

    Perkara pertama yang mesti kita lakukan untuk mengatasi masalah ialah mengenalpasti dahulu masalah...dalam hal di atas masalah kita ialah lemahnya iman dan inilah punca segala masalah kita. Jadi fahamilah tulisan di atas dan atasi nya dengan memperaktikan amalan yang bertentangan dengan amalah kelemahan tadi. Kalau banyak buat dosa bertaubat dan jangan ulangi lagi dan begitulah seterusnya...jangan lupa doa pada Allah SWT untuk dapat kekuatan...

    ABU YAZID

    ReplyDelete

Peringatan....

Jika engkau mahukan teman...
Cukuplah Allah sebagai teman.
Jika engkau mahukan musuh..
Cukuplah nafsu sebagai seteru..
Jika engkau inginkan hiburan..
Cukuplah Al-Quran sebagai hiburan..
Jika kamu inginkan nasihat..
Cukuplah mati sebagai penasihat.

Link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Surah Al Isra' : 72

"Barangsiapa yang buta(hati) di dunia ini, maka dia juga akan buta di akhirat kelak dan lebih sesat jalannya."

Kehadiranku di website ini.......

Daisypath - Personal pictureKehadiranku di sini....

visitor's map....