MENUJU MARDHOTILLAH

Belajar merupakan satu jihad di jalan Allah. Mengajar merupakan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah! ..Jadi belajar dan mengajarlah dengan penuh keikhlasan padaNYA.

Thursday, October 21, 2010

Ilmu yang bermanfaat.......

             Rasulullah saw pernah mengajarkan pada sahabat tentang sebait doa iaitu apabila sesaorang itu hendak belajar,  berdoalah agar  Allah mengurniakannya ilmu yang bermanfaat. Apakah hakikat ilmu yang bermanfaat itu? Sesuatu ilmu itu dikatakan bermanfaat jika ia mengandungi maslahat iaitu ia mempunyai nilai-nilai kebaikan kepada manusia dan alam ini. Tetapi manfaatnya jadi kecil ertinya bila dengan ilmu yang dimiliki oleh sesaorang itu tidak mendekatkan hubungannya dengan Allah SWT, Dzat Maha Pemberi Ilmu. Mungkin di mata manusia memandangnya sebagai orang yang berilmu, tapi di mata Allah SWT belum tentu lagi.
        Jadi hakikat ilmu yang bermanfaat itu sebenarnya adalah ilmu yang berguna yang sinar cahayanya meluas di dada dan ia membuka penutup hati. Hati umpama bekas yang berpenutup dan penutup ini  boleh dibuka melalui ilmu yang bermanfaat.  Imam Malik bin Anas r.a. berkata," Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyaknya meriwayatkan sesuatu, bahkan ia adalah nur(cahaya) yang Allah SWT turunkan ke hati dan ia dapat mendekatkan manusia dengan Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri."
           Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah SWT. Tiada sesiapapun atau sesuatupun yang dapat mengukur keMaha Luasan Ilmu Allah SWT di alam raya ini.  Firman Allah dalam surah Al-Kahfi :109 yang bermaksud.....
         " Katakanlah : seandainya lautan menjadi dakwat untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanya, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak tu."
        Mungkin ilmu yang di amanahkan kepada manusia itu tidak lebih dari setitis air di tengah lautan yang luas. Namun walaupun hanya dengan setitis ilmu ini, banyak ragamnya!  Ilmu itu baik dan menjadi berkat jika  ia menambahkan ketakwaan kita kepada Allah. Sebaliknya ilmu juga boleh menyebabkan sesaorang menjadi sombong dan bongkak.  Jadi semasa kita menuntut ilmu, perbetulkanlah niat kita, bersihkan hati kita ....., insyaAllah nescaya ia akan jadi ilmu yang bermanfaat!
       Jadi...bagaimanakah caranya  untuk mendapatkan ilmu sebegini...yang akhirnya boleh membuka pintu hati?  Imam Syafi'i ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya," Wahai guruku, mengapakah ilmu yang ku kaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?"  Jawab gurunya, " Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang jernih dan bersih."  Dengan kata lain ilmu itu tidak akan dapat menerangi hati yang kotor, keruh dan banyak maksiatnya!!
      Justru itu, kadang-kadang kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majlis-majlis ta'alim dan pengajian agama tapi akhlaknya masih buruk, tiada perubahan di hatinya. Puncanya adalah kerana hatinya tidak dapat diterangi oleh ilmu. Umpamanya adalah  seperti cahaya yang cuba menembusi air kopi dalam gelas. Masakan cahaya dapat menembusi  dan menerangi keruhnya air kopi!  Begitu jugalah hati.  Apabila hati tamak ,rakus dengan dunia, kotor dan selalu bermaksiat, ilmu tidak akan sekali-kali meneranginya! 
      Sebaliknya bila hati itu bersih dan jernih, dengan hanya setitik cahaya ilmu itu dapat menerangi seluruh hati. Jadi ilmu yang dipelajari senang diingati, dapat dimanfaatkan dan memberi kesan positif di hati! Semakin bersih hati tersebut, semakin hati itu lebih peka memperoleh ilmu yang bermanfaat walau dari mana pun sumber ilmu itu.   
      Sebaik-baik ilmu yang dituntut adalah ilmu yang yang boleh membuatkan hati bercahaya.  Adalah menjadi kewajipan diri untuk menuntut ilmu yang dapat membersihkan hati sehingga ilmu-ilmu lain yang telah ada dalam diri jadi bermanfaat. Contohnya,  apabila kita mendalami ilmu makrifat Allah, yang mengenalkan kita dengan kebesaran dan kekuasaaan Allah SWT, hati akan sedar akan betapa kerdil dan hinanya kita di hadapan Allah SWT, lantas menunduk dan merendahkan hati kita pada Allah SWT.
     Bagaimanakah kita boleh sombong dengan ilmu yang ada pada diri sedangkan asal kita lahir ke dunia ini tidak membawa apa-apa dan bila kembali padaNya juga tidak membawa apa-apa? Semua yang kita miliki bukannya hak milik kita untuk kita merasa sombong diri! Bila-bila masa saja apa yang kita miliki boleh Allah tarik semula dengan sekelip mata....harta, pangkat, wang, kesihatan, kecantikan...!! Adakah kita boleh rasa sombong diri lagi?
      Itulah hakikatnya diri manusia ini....... lemah,kerdil, hina tiada punya apa-apa.......kita ini milik Allah! Justru itu rendahkan hati kita, sucikan dan besarkan Allah  SWT dalam kehidupan kita.  Dari Allah kita datang dan kepada Allah  kita akan kembali!   Itu adalah satu kepastian yang tidak akan dapat di tolak lagi! 

1 comment:

  1. asm

    Ya benar benarlah apa yang tercatat....Nak berjaya di dunia perlu ilmu, nak berjaya akhirat perlu ilmu, nak berjaya keduanya juga perlu ilmu..tapi yang penting sekali ilmu yang dapat kita faham tentang deen ini, cara hidup yang dikehendaki Allah..Hadith mengatakan '''Sesiapa yang dikehendaki kebaikan Allah akan beri faham tentang Deen, Faqihufideen..Inilah ilmu yang ada ruh yang dapat menyuluh kehidupan menuju keAkhirat, menuju ke Allah..tanpa ruh ini ilmu hanya menyuluh menuju kehidupan dunia saja dan awas ia menuju kearah kebinasaan...renungilah...

    ReplyDelete

Peringatan....

Jika engkau mahukan teman...
Cukuplah Allah sebagai teman.
Jika engkau mahukan musuh..
Cukuplah nafsu sebagai seteru..
Jika engkau inginkan hiburan..
Cukuplah Al-Quran sebagai hiburan..
Jika kamu inginkan nasihat..
Cukuplah mati sebagai penasihat.

Link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Surah Al Isra' : 72

"Barangsiapa yang buta(hati) di dunia ini, maka dia juga akan buta di akhirat kelak dan lebih sesat jalannya."

Kehadiranku di website ini.......

Daisypath - Personal pictureKehadiranku di sini....

visitor's map....