MENUJU MARDHOTILLAH

Belajar merupakan satu jihad di jalan Allah. Mengajar merupakan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah! ..Jadi belajar dan mengajarlah dengan penuh keikhlasan padaNYA.

Monday, October 04, 2010

Kerendahan hati pada Allah......

       Apabila kita mendekati ayat-ayat Allah atau menerima saranan-saranan untuk tunduk dan patuh pada perintah Allah.....hati kita perlu ada sifat kerendahan (tawaddhu') untuk menerimanya. Rendah hati untuk menerima kalimah Allah yang tinggi........tiada sedikit pun sifat ego atau sombong diri yang terselit di jiwa! Secebis sifat ego (sombong atau takabbur) ini akan menyebabkan hati susah nak tunduk dan tidak bersedia untuk kembali pada Allah! Firman Allah dalam surah Al-Mukmin :35 yang bermaksud.........
" Dan demikianlah Allah mengunci mati hati orang -orang sombong dan sewenang-wenangnya."
Bila kita ego atau sombong........hidayah Allah susah lekat di jiwa.....perlu di buang dan dikikis habis dalam diri.......perlu ada kesungguhan nak buang sifat ini !!
       Jiwa manusia memang pada dasarnya ada sifat ego ini untuk survival diri......tapi sifat ini tidak boleh ada pada diri kita untuk menjadi hamba pada Allah SWT. Keegoan kita ini akan menghalang sesaorang untuk meneliti kelemahan diri sendiri......rasa diri dah sempurna, tak perlu terima teguran atau bimbingan orang lain! Bila ada rasa hati sebeginilah yang menyebabkan kita akan nampak banyak kelemahan dan kesalahan orang lain berbanding diri kita........! Hakikatnya manusia tiada yang sempurna melainkan Allah SWT sahaja!!
   Rasulullah saw bersabda, “Bahwa Allah swt. telah berfirman (dalam Hadis Qudsi):
‘Keagungan adalah sarungKu dan Kebesaran adalah selendangKu. Siapa yang meniru Ku dalam dua sifat itu, maka dia akan Ku binasakan’.”
    Semua manusia tidak sunyi dari cacat cela masing-masing......maka apakah yang perlu dibanggakan sangat dengan kelebihan diri seperti kepandaian, berharta, cantik, keturunan mulia, berilmu tinggi seperti mempunyai Masters, PHD........ semuanya adalah pinjaman Allah kepada kita bukan hak kita pun untuk kita bangga? 
    Kadang-kadang kita lihat dalam masyarakat kita, kelas atas tidak boleh bergaul dengan orang bawah...perlu ada protokol tertentu......., yang kaya rasa diri mulia dan menuntut untuk di hormati dan tidak mahu duduk semeja dengan si miskin, begitu juga yang berilmu, berpangkat dan berkedudukan tinggi ....... cakap pun besar dan ada gaya tersendiri dan macam-macam lagi..... ...........adakah Allah menetapkan protokol sedemikian?? Di sisi Allah yang paling mulia adalah yang paling bertakwa!
    Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak mau memandang kepada orang yang memanjangkan pakaiannya sebagai wujud kesombongan. “
“Barangsiapa yang meninggikan dirinya dan sombong dalam berjalan, maka dia akan menemui Allah, sedang Dia murka kepadanya."
    Maka perlulah insaf diri kita ini hanyalah manusia hina dan kerdil di sisiNya......disebalik pakaian dan hiasan diri kita yang mungkin berbeza, kita ini adalah sama saja.......keturunan Adam dan Hawa di mana darah yang mengalir sama warna merahnya!! Apakah untungnya kita berbangga?? Adakah kita boleh menongkat langit dan merentasi awan?....Manusia pada hakikatnya memang sebenarnya mudah lupa diri sendiri dan sombong bila sudah dapat nikmat Allah! 
     Sabda Rasulullah saw,
"Allah swt. berfirman kepada Nabi Musa as, ‘Sesungguhnya Aku hanya menerima solat hambaKu yang tawaddhu’ kepada keagunganKu, tidak menyombongkan diri kepada makhlukKu, selalu mengaitkan hatinya dengan rasa takut kepadaKu, menghabiskan siangnya dengan dzikir kepadaKu dan mengekang nafsunya demi Aku’."
“Tawadhu’ itu tidak akan menambah derajat hamba, kecuali Allah meninggikan derajat itu. Maka, bertawaddhu’lah kamu sekalian, niscaya Allah akan mencintai kalian.”
  Perlulah selalu kita muhasabah diri kita ini, adakah kita mempunyai sifat ego atau sombong ini? Bila kita ego, kita tidak mahu menerima teguran yang baik, cepat melenting dan marah..... hanya orang tertentu saja yang boleh tegur kita....kita merendah-rendahkan orang lain dan cakap kita saja yang betul. Ego atau sombong ini adalah satu dosa besar. Kerana sifat inilah iblis dilaknat Allah kerana keengganannya untuk sujud pada Nabi Adam kerana sombong dengan kejadian nya yang dirasakan lebih baik dari Nabi Adam! Jadi sama-samalah kita takut pada laknat Allah SWT ini kerana sifat ego ini. 
     Sabda Rasulullah saw yang bermaksud, 
“Takabur, muncul dari masa bodoh terhadap kebenaran, menganggap rendah manusia, dan merasa lebih benar. Takabur menutup pintu kebahagiaan, begitu juga merendahkan makhluk.”
  Sebagian sufi berkata sesungguhnya Allah swt. menyembunyikan tiga perkara dalam tiga hal:
1) Menyembunyikan ridhaNya dalam ketaatan kepadaNya. Maka, janganlah merendahkan sedikit pun terhadap taat, siapa tahu ridha Allah ada di dalamnya.
2) Menyembunyikan murkaNya dalam maksiat kepadaNya, maka janganlah meremehkan sekecil apa pun maksiat itu, barangkali di dalamnya tersembunyi murkaNya.
3) Menyembunyikan kewalian dalam diri hamba-hambaNya, maka janganlah merendahkan seseorang, siapa tahu orang itu wali Allah swt.
   Sombong atau takabur dapat menghalangi sesaorang dari akhlak mulia dan terpuji kerana orang yang sombong dan takabbur tidak akan pernah merasa mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.
   Orang yang sombong tidak akan mampu merendah diri, meninggalkan kedengkiannya dan amarahnya kerana daya ketahanan dirinya kurang, kasar dalam bicara, dan tidak mampu meninggalkan riya’. Jadi umumnya setiap perlakuan keji dan tercela senantiasa dilalui oleh orang takabur, dan tidak ada perilaku terpuji, kecuali mesti meninggalkan sifat takabur tersebut.
    Sama-samalah kita berdoa agar Allah menjauhkan diri kita dari sifat takabbur ini yang merosak jiwa dan amalan kita, mendapat murka Allah dan tidak akan dimasukkan ke syurga walau ada secebis sifat takabbur dan ego ini dalam diri. 
        Rendahkan hati kita pada Allah dan pada orang-orang yang beriman, dan perbaikilah diri selalu...........
       Perlu kita insafi siapa diri kita sebenarnya.......runtuhkanlah tembok keegoan dan sombong diri dengan selalu mengenangkan saat kematian kita ..........selalu mengenangkan masa hadapan kita di manakah tempat kita nanti , adakah bahagia atau celaka, surga atau neraka..............!!!

1 comment:

  1. Siapalah kita untuk kita menyombong diri di dunia ini...kita tidak ada apa-apa kepunyaan kita...semuanya nya pinjaman dari Allah..Jadi segala nikmat yang kita kecapi sekarang ini, jasad yang kita miliki,boleh di ambil balik oleh Allah bila-bila masa...hatta nyawa kita...Jadi, kembalilah kepada Allah dengan kerendahan hati dan ambillah Islam sebagai cara hidup kita..InsyaAllah kita tidak akan rugi di dunia dan Akhirat...Tapi awas syaitan yang bongkak sentiasa mencari teman nya...dan dia selalu menipu kita dan membuat hati kita rendah pada satu keadaan tetapi bongkak dan keras pada keadaan lain.. Berdoalah...

    ReplyDelete

Peringatan....

Jika engkau mahukan teman...
Cukuplah Allah sebagai teman.
Jika engkau mahukan musuh..
Cukuplah nafsu sebagai seteru..
Jika engkau inginkan hiburan..
Cukuplah Al-Quran sebagai hiburan..
Jika kamu inginkan nasihat..
Cukuplah mati sebagai penasihat.

Link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Surah Al Isra' : 72

"Barangsiapa yang buta(hati) di dunia ini, maka dia juga akan buta di akhirat kelak dan lebih sesat jalannya."

Kehadiranku di website ini.......

Daisypath - Personal pictureKehadiranku di sini....

visitor's map....